kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.791   2,00   0,01%
  • IDX 8.980   4,90   0,05%
  • KOMPAS100 1.240   -4,48   -0,36%
  • LQ45 876   -6,31   -0,72%
  • ISSI 331   0,57   0,17%
  • IDX30 444   -6,39   -1,42%
  • IDXHIDIV20 519   -14,10   -2,64%
  • IDX80 138   -0,67   -0,49%
  • IDXV30 144   -3,64   -2,47%
  • IDXQ30 142   -2,84   -1,95%

Cegah Masuknya Virus Nipah, Pengawasan Bandara Soekarno-Hatta Diperketat


Selasa, 27 Januari 2026 / 20:10 WIB
Cegah Masuknya Virus Nipah, Pengawasan Bandara Soekarno-Hatta Diperketat
ILUSTRASI. Suasana Bandara Soetta (KONTAN/Baihaki) BBKK Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk bandara guna mencegah masuknya virus Nipah ke Indonesia.


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk bandara guna mencegah masuknya virus Nipah ke Indonesia, seiring meningkatnya kasus penyakit tersebut di sejumlah negara. 

Kepala BBKK Bandara Internasional Soekarno-Hatta Naning Nugrahini memastikan, hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah pada pelaku perjalanan yang masuk melalui bandara tersebut. 

"Sampai saat ini di pintu masuk Bandara Soekarno-Hatta belum ada temuan," ujar Naning dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Meski demikian, Naning menegaskan potensi risiko penularan virus Nipah di Indonesia tetap ada. Hal ini disebabkan keberadaan hewan penular virus tersebut, seperti kelelawar, yang juga hidup di Indonesia.

Baca Juga: Menkomdigi: Kerugian Masyarakat Mencapai Rp 9,1 Triliun Akibat Penipuan Digital

“Potensi risiko untuk terjadi di Indonesia ada karena hewan-hewan penular virus Nipah terdapat di Indonesia,” kata dia. 

Karena itu, BBKK mengimbau para penumpang untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan guna mencegah penyebaran virus Nipah. 

Sebagai langkah pencegahan, BBKK Bandara Soekarno-Hatta menerapkan sejumlah prosedur pengawasan, salah satunya melalui kewajiban pengisian deklarasi kesehatan bagi seluruh pelaku perjalanan yang masuk ke Indonesia. 

Selain itu, pemantauan tanda dan gejala penyakit dilakukan menggunakan pemindai suhu tubuh atau thermal scanner yang dipastikan berfungsi dengan baik. 

"Pemantauan tanda dan gejala dilakukan dengan menggunakan thermal scanner yang dipastikan berfungsi," kata dia. 

Petugas juga melakukan observasi visual terhadap para penumpang, terutama penumpang internasional. 

Sementara itu, pos kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta telah dilengkapi tenaga medis untuk menangani pelaku perjalanan yang terdeteksi memiliki gejala tertentu. 

“Petugas yang kontak langsung menggunakan masker dan sarung tangan, serta rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” jelas Naning. 

Naning menambahkan, virus Nipah diketahui memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, berkisar antara 40 hingga 70 persen. Gejala awal infeksi virus ini pun tidak spesifik sehingga kerap sulit dikenali pada tahap awal. 

“Gejalanya mirip penyakit umum seperti flu, pilek, dan nyeri otot. Namun pada kondisi berat dapat menimbulkan gangguan saraf seperti kejang,” kata dia. 

Hingga saat ini, lanjut Naning, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk menangani virus Nipah. Penanganan medis terhadap pasien dilakukan berdasarkan gejala yang muncul. 

“Belum ada vaksin dan obat. Apabila ditemukan penderita, pengobatan diberikan sesuai dengan gejala yang timbul,” ucap dia.

BBKK juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hewan penular yang tampak sakit serta memastikan kebersihan makanan, khususnya buah-buahan. 

“Masyarakat diimbau mencuci bersih dan mengupas buah sebelum dikonsumsi. Apabila menemukan buah yang bekas gigitan kelelawar, sebaiknya tidak dimakan,” kata Naning.

Baca Juga: AllianzGI Prediksi Ekonomi Global Tangguh, Tapi Risiko Fluktuasi Pasar Tetap Ada

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/01/27/18395581/cegah-masuknya-virus-nipah-pengawasan-bandara-soekarno-hatta-diperketat.

Selanjutnya: Jadi Pendongkrak Otomotif Awal Tahun, Target Transaksi IIMS 2026 Tembus Rp 8 Triliun

Menarik Dibaca: Hujan Sejak Dini Hari, Simak Prakiraan BMKG Cuaca Besok (28/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×