kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Capres Demokrat bisa saja saingi Jokowi


Jumat, 13 September 2013 / 22:04 WIB
ILUSTRASI. Beberapa aplikasi masa kini ada yang secara spesifik memiliki tujuan untuk membantu menjaga dan mengurangi resiko gangguan kesehatan mental.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, punya analisis tersendiri mengenai calon Presiden (Capres) peserta Konvensi Capres Partai Demokrat.

Menurut Siti, dari 11 Capres peserta konvensi bisa saja satu atau lebih di antaranya mampu menyaingi ketangguhan Jokowi dalam hal elektabilitas atau tingkat keterpilihan jadi Capres.

"Kalau starting point-nya sekarang iya. Tetapi kalau orang-orang yang ikut konvensi itu sudah road show, betul-betul menjalankan kampanyenya belum tentu, yang akan terjadi (mereka bisa saingi Jokowi)," kata Siti usai diskusi Pilpres 2014 dan Pro-Kontra GBHN di gedung DPD/DPR RI Jakarta, Jumat (13/9/2013).

Menurut Siti, inilah indahnya demokrasi di Indonesia yang memberikan peluang kepada siapa pun untuk saling menunjukkan diri, menunjukkan kelebihan dan kekurangan masing-masing agar bisa dicintai rakyat.

"Jadi Jokowi yang dielu-elukan itu di mana kelebihannya. Lalu Dahlan Iskan dan sebagainya itu di mana kelebihannya. Itu yang kita ingin korek, mungkin calon lain. Jadi ini kesempatan bagi semua warga negara secara cerdas memang ini bukan semacam media darling, tetapi memang potensi yang luar biasa, kejujuran yang kita percaya sebagai calon pemimpin," kata Siti. (Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×