kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Cadangan devisa naik 6,12% menjadi US$ 105,7 miliar


Selasa, 12 April 2011 / 15:07 WIB
Cadangan devisa naik 6,12% menjadi US$ 105,7 miliar
ILUSTRASI. Seorang pedagang menunjukkan gula pasir pasokan dari Bulog yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) saat Operasi Pasar Gula Pasir Bulog di Pasar Bulu, Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/5/2020). Operasi Pasar yang digelar Perum Bulog Kanwil Jateng it


Reporter: Nina Dwiantika, Dyah Megasari |

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) merilis, hingga akhir Maret 2011, cadangan devisa tercatat mencapai US$ 105,7 miliar atau setara dengan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri. Naik 6,12% dibanding posisi akhir Februari 2011 yang sebesar US$ 99,6 miliar.

Gubernur BI, Darmin Nasution mengatakan, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia diperkirakan masih akan mencatat surplus yang cukup besar pada 2011. Surplus tersebut berasal baik dari transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial.

"Ekspor diperkirakan masih akan tumbuh cukup tinggi. Aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio diperkirakan masih akan tetap besar, sedangkan investasi asing langsung (PMA) diperkirakan meningkat," ujar Darmin, Selasa (12/4).

Di sisi domestik, BI berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 6%-6,5% pada tahun 2011 dan 6,1%-6,6% pada tahun 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×