kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Buruh minta harga bahan pokok tidak ikut naik


Rabu, 27 Agustus 2014 / 19:57 WIB
ILUSTRASI. Film Guillermo Del Toro’s Pinocchio yang tayang di Netflix ini berhasil memenangkan kategori Best Animated Feature dalam Piala Oscar 2023.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta pemerintah untuk memperhatikan daya beli masyarakat. Terlebih di tengah isu subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang akan dikurangi.

Ketua KSPSI Subiyanto Pundi bilang jika pemerintah saat ini, maupun yang akan datang mengurangi subsidi dengan menaikkan harga BBM maka laju inflasi harus dikendalikan. "Pemerintah harus bisa mengintervensi pasar, supaya harga kebutuhan pokok tidak naik," ujarnya.

Kalau kenaikan harga kebutuhan pokok tidak terhindarkan, maka pemerintah harus mengkaji upah minimum yang berlaku. Sebab, di tengah harga kebutuhan pokok yang naik daya beli masyarakat harus dijaga.

Ia juga bilang jika tidak menjamin hal tersebut maka harga BBM bersubsidi lebih baik tidak dinaikkan. Menurutnya, masalah subsidi BBM yang membengkak terletak pada sistem distribusi yang tidak tepat sasaran.

Dalam pantauan KSPSI masih banyak orang yang tidak berhak menikmati BBM bersubsidi. Bahkan, di beberapa daerah sejumlah perusahaan secara legal menimbun BBM bersubsidi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×