kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Buruh minta harga bahan pokok tidak ikut naik


Rabu, 27 Agustus 2014 / 19:57 WIB
ILUSTRASI. Film Guillermo Del Toro’s Pinocchio yang tayang di Netflix ini berhasil memenangkan kategori Best Animated Feature dalam Piala Oscar 2023.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta pemerintah untuk memperhatikan daya beli masyarakat. Terlebih di tengah isu subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang akan dikurangi.

Ketua KSPSI Subiyanto Pundi bilang jika pemerintah saat ini, maupun yang akan datang mengurangi subsidi dengan menaikkan harga BBM maka laju inflasi harus dikendalikan. "Pemerintah harus bisa mengintervensi pasar, supaya harga kebutuhan pokok tidak naik," ujarnya.

Kalau kenaikan harga kebutuhan pokok tidak terhindarkan, maka pemerintah harus mengkaji upah minimum yang berlaku. Sebab, di tengah harga kebutuhan pokok yang naik daya beli masyarakat harus dijaga.

Ia juga bilang jika tidak menjamin hal tersebut maka harga BBM bersubsidi lebih baik tidak dinaikkan. Menurutnya, masalah subsidi BBM yang membengkak terletak pada sistem distribusi yang tidak tepat sasaran.

Dalam pantauan KSPSI masih banyak orang yang tidak berhak menikmati BBM bersubsidi. Bahkan, di beberapa daerah sejumlah perusahaan secara legal menimbun BBM bersubsidi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×