kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kenaikan harga BBM dorong inflasi 0,6%


Rabu, 27 Agustus 2014 / 16:35 WIB
Gedung dan kantor ombudsman republik indonesia (ORI) HR Rasuna Said Jakarta Selatan. Suasana jalan raya hr Rasuna Said.Pho KONTAN/Achmad Fazuie 20/1/2015


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi hal mutlak untuk bisa menolong beban anggaran. PT Pertamina (Persero) mengaku cukup menaikkan harga BBM Rp 500 untuk mengamankan kuota BBM. 

Kepala Ekonom BII Juniman mengatakan, pengaruh kenaikan harga BBM Rp 500 terhadap inflasi tidak akan besar. Dirinya menghitung pengaruhnya akan sebesar 0,5%-0,6%.

Menurut Juniman, akan lebih baik apabila kenaikan harga BBM dibuat secara bertahap seperti layaknya kenaikan tarif dasar istrik. "Ini buat kondisi beban yang ditanggung oleh rakyat tidak shock. Daya beli masyarakat pun tidak turun drastis," ujar Juniman ketika dihubungi KONTAN, Rabu (27/8).

Lebih baik kenaikan dilakukan secara gradual setiap dua bulan sekali dan setiap kenaikan sebesar Rp 500. Pilihan menaikkan secara gradual akan lebih bijaksana ketimbang menaikkan secara sekaligus pada tahun 2015 dengan kenaikan maksimal 40%.

Memang, kenaikan secara gradual efeknya terhadap bujet anggaran tidak langsung membuat penghematan yang besar. Namun, pemerintah di sisi lain juga harus memikirkan efek ke daya beli masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×