kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.979   132,00   0,74%
  • IDX 5.868   -327,57   -5,29%
  • KOMPAS100 777   -47,37   -5,75%
  • LQ45 587   -32,03   -5,17%
  • ISSI 203   -11,64   -5,43%
  • IDX30 333   -16,41   -4,69%
  • IDXHIDIV20 412   -16,48   -3,85%
  • IDX80 88   -5,40   -5,76%
  • IDXV30 113   -5,07   -4,31%
  • IDXQ30 108   -4,56   -4,06%

Kenaikan harga BBM dorong inflasi 0,6%


Rabu, 27 Agustus 2014 / 16:35 WIB
Gedung dan kantor ombudsman republik indonesia (ORI) HR Rasuna Said Jakarta Selatan. Suasana jalan raya hr Rasuna Said.Pho KONTAN/Achmad Fazuie 20/1/2015


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi hal mutlak untuk bisa menolong beban anggaran. PT Pertamina (Persero) mengaku cukup menaikkan harga BBM Rp 500 untuk mengamankan kuota BBM. 

Kepala Ekonom BII Juniman mengatakan, pengaruh kenaikan harga BBM Rp 500 terhadap inflasi tidak akan besar. Dirinya menghitung pengaruhnya akan sebesar 0,5%-0,6%.

Menurut Juniman, akan lebih baik apabila kenaikan harga BBM dibuat secara bertahap seperti layaknya kenaikan tarif dasar istrik. "Ini buat kondisi beban yang ditanggung oleh rakyat tidak shock. Daya beli masyarakat pun tidak turun drastis," ujar Juniman ketika dihubungi KONTAN, Rabu (27/8).

Lebih baik kenaikan dilakukan secara gradual setiap dua bulan sekali dan setiap kenaikan sebesar Rp 500. Pilihan menaikkan secara gradual akan lebih bijaksana ketimbang menaikkan secara sekaligus pada tahun 2015 dengan kenaikan maksimal 40%.

Memang, kenaikan secara gradual efeknya terhadap bujet anggaran tidak langsung membuat penghematan yang besar. Namun, pemerintah di sisi lain juga harus memikirkan efek ke daya beli masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×