kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -7.000   -0,38%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Marzuki: Kelangkaan BBM tanggung jawab Pertamina


Rabu, 27 Agustus 2014 / 19:25 WIB
Marzuki: Kelangkaan BBM tanggung jawab Pertamina
ILUSTRASI. Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini (14/3) di Pegadaian Kompak Naik. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, kelangkaan BBM yang terjadi saat ini menjadi tanggung jawab Pertamina. Sebab Pertamina yang bertugas mendistribusikan BBM, dan BP Hilir yang bertugas mengawasi pendistribusian BBM.

“Mereka kan tahu kewajiban mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM. Pertamina sebagai penanggungjawab distribusi BBM yang menjadi kebutuhan harian rakyat. Tidak seharusnya BBM langka kecuali ada permainan. Apa pun dan berapa pun harganya BBM tidak boleh hilang,” ujar Marzuki, Rabu (27/8), lewat Blackberry Messenger-nya.

Ia pun mengingatkan Pertamina untuk tidak ikut-ikutan bermain politik dan membuat seolah BBM langka karena kebijakan subsidi. Pasokan BBM tidak boleh hilang, meski ada pembatasan BBM bersubsidi karena masih ada BBM nonsubsidi yang kini juga sudah mulai langka.

“Jangan gara-gara kebijakan mengurangi subsidi, pasokan menjadi kurang. Ini tanggung jawab mereka. Dalam situasi begini di mana nuansa politik tinggi, jangan buat kesan seolah-olah memang ada kesulitan BBM untuk mencari alasan menaikkan harga BBM bersubsidi atau menghilangkan subsidi,” ujarnya.

Menurut Marzuki, sinyalemen ini semakin kuat karena sebelumnya wapres terpilih, Jusuf Kalla mengeluarkan statement yang seolah membenarkan hal itu.

”Statement JK daripada sulit antre dan BBM tidak ada, yang penting BBM ada, harga naikkan saja. BBM bersubsidi memang dibatasi, masih masuk akal kalau BBM bersubsidi berkurang di pasaran. Tapi jangan BBM nonsubsidi juga hilang. Jangan ikut-ikutan bermain politik-lah,” ujarnya. (Johnson Simanjuntak)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×