kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Buruh: Jangan samakan Indonesia dengan Ethiopia


Senin, 14 Januari 2013 / 20:14 WIB
ILUSTRASI. Promo McDonalds "I Love Monday" Choco Sundae Rp 5000 via McDelivery (Dok/McDonalds Indonesia)


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mempersilakan pengusaha yang keberatan untuk membayar upah minimum 2013 untuk memilih merelokasi usahanya ke luar negeri. Hal itu disampaikan oleh Said Iqbal Presiden KSPI di Jakarta, Senin (14/1).

"Silakan saja pindah ke Vietnam atau Kamboja. Apa memang infrastruktur disana sebagus disini?" kata Said Iqbal saat jumpa pers di Hotel Mega, Jakarta, Senin (14/1). Said bilang, dibanding kedua negara itu, keadaan infrastruktur Indonesia masih lebih baik.

Said mengaku tak tidak khawatir ancaman pengusaha yang akan melakukan PHK. Menurut dia kenaikan upah merupakan bagian dari mekanisme pasar. "Pasar itu akan cari mekanismenya sendiri," katanya.

Said menceritakan, upah minimum buruh di Jakarta saat ini sebesar Rp 2,2 juta masih atau setara dengan US$ 200. Upah itu dinilai Said lebih rendah jika dibandingkan upah buruh di Bangkok, Thailand sebesar US$ 350 dan di Manila, Filipina sekitar US$ 300. "Kami tidak mau upah buruh di Indonesia dibandingkan dengan Ethiopia dan Bangladesh," ujarnya.

Said juga menyindir pengusaha yang akan melakukan PHK dengan alasan merugi. Dia bilang, kenaikan upah hanya akan mengurangi keuntungan bagi perusahaan saja bukan membuat rugi perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×