kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Bukan soal resesi, ekonom Bank Mandiri ingatkan pemerintah untuk fokus akan hal ini


Kamis, 24 September 2020 / 19:07 WIB
ILUSTRASI. Corona. Ekonom ingatkan pemerintah untuk mncermati peluang agar bisa keluar dari zona pertumbuhan ekonomi negatif. REUTERS/Willy Kurniawan/File Photo


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Sejauh ini, Andry pun mengapresiasi upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi. Salah satunya, adalah dengan memperbaiki sektor konsumsi rumah tangga yang merupakan motor penggerak utama perekonomian Indonesia, yaitu dengan bantuan sosial dan cash transfer. 

Bank Mandiri sendiri pun memprediksi kalau konsumsi rumah tangga akan tumbuh negatif 2,4% yoy. Selain itu, Andry juga melihat kalau Omnibus Law juga bisa menjadi angin segar bagi pertumbuhan investasi.

Baca Juga: Satgas Covid-19 apresiasi KPU yang larang keramaian saat pilkada

Game changer ini omnibus law, terutama untuk investor yang ingin masuk ke Indonesia. Kalau Omnibus Law di-approve, ini akan jadi salah satu booster juga untuk masuknya modal ke Indonesia,” katanya. 

Akan tetapi, Andry masih melihat kalau hingga saat ini pertumbuhan investasi di keseluruhan tahun 2020 akan terkontraksi minus 4,6% yoy. 

Selanjutnya: Dirjen Hubdat yakin bisa realisasikan seluruh anggaran program padat karya tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×