kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.069   -8,00   -0,04%
  • IDX 5.634   -205,98   -3,53%
  • KOMPAS100 746   -25,22   -3,27%
  • LQ45 564   -17,28   -2,97%
  • ISSI 197   -6,58   -3,23%
  • IDX30 319   -9,81   -2,99%
  • IDXHIDIV20 395   -11,66   -2,87%
  • IDX80 85   -2,60   -2,97%
  • IDXV30 107   -3,95   -3,55%
  • IDXQ30 103   -2,88   -2,71%

Bukan soal resesi, ekonom Bank Mandiri ingatkan pemerintah untuk fokus akan hal ini


Kamis, 24 September 2020 / 19:07 WIB
ILUSTRASI. Corona. Ekonom ingatkan pemerintah untuk mncermati peluang agar bisa keluar dari zona pertumbuhan ekonomi negatif. REUTERS/Willy Kurniawan/File Photo


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Sejauh ini, Andry pun mengapresiasi upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi. Salah satunya, adalah dengan memperbaiki sektor konsumsi rumah tangga yang merupakan motor penggerak utama perekonomian Indonesia, yaitu dengan bantuan sosial dan cash transfer. 

Bank Mandiri sendiri pun memprediksi kalau konsumsi rumah tangga akan tumbuh negatif 2,4% yoy. Selain itu, Andry juga melihat kalau Omnibus Law juga bisa menjadi angin segar bagi pertumbuhan investasi.

Baca Juga: Satgas Covid-19 apresiasi KPU yang larang keramaian saat pilkada

Game changer ini omnibus law, terutama untuk investor yang ingin masuk ke Indonesia. Kalau Omnibus Law di-approve, ini akan jadi salah satu booster juga untuk masuknya modal ke Indonesia,” katanya. 

Akan tetapi, Andry masih melihat kalau hingga saat ini pertumbuhan investasi di keseluruhan tahun 2020 akan terkontraksi minus 4,6% yoy. 

Selanjutnya: Dirjen Hubdat yakin bisa realisasikan seluruh anggaran program padat karya tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×