kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

BRIN Sulap Sampah Plastik Jadi BBM Petasol Setara Diesel, Keuntungan Rp 4.700/Liter


Senin, 27 April 2026 / 02:30 WIB
BRIN Sulap Sampah Plastik Jadi BBM Petasol Setara Diesel, Keuntungan Rp 4.700/Liter
ILUSTRASI. BRIN sukses ubah sampah plastik kotor jadi BBM Petasol. Keuntungan Rp4.700/liter menanti. (Istimewa/dok)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Upaya mengatasi krisis energi sekaligus persoalan sampah plastik kini memasuki babak baru. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan bahan bakar alternatif bernama Petasol, yang dihasilkan dari pengolahan limbah plastik menggunakan teknologi pirolisis.

Inovasi ini menjadi sorotan karena bukan hanya menawarkan energi pengganti solar, tetapi juga membuka peluang solusi nyata bagi persoalan sampah plastik yang terus meningkat di berbagai daerah.

Mengutip Infopublik.id, Kepala BRIN Arif Satria menyebut Petasol dapat menjadi jawaban terintegrasi untuk tantangan lingkungan sekaligus kebutuhan energi masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan sentra pertanian.

“Petasol merupakan bahan bakar dari limbah plastik yang tidak lagi dapat didaur ulang. Ini menjawab persoalan sampah sekaligus menyediakan energi alternatif,” ujar Arif, Minggu (26/4/2026).

Petasol Diuji Coba di Jepara, Dipakai untuk Perahu Nelayan

BRIN memperkenalkan Petasol melalui uji coba langsung di sektor perikanan di Jepara, Jawa Tengah. Dalam uji tersebut, bahan bakar Petasol digunakan untuk mengoperasikan perahu nelayan.

Hasilnya menunjukkan performa mesin tetap stabil dan dapat bekerja normal. Temuan ini memperkuat potensi Petasol untuk diterapkan secara langsung, terutama pada aktivitas yang bergantung pada solar seperti:

Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Terancam, Perlu Upaya Bersama Menyangga Daya Beli

  • perahu nelayan,
  • alat pertanian,
  • mesin diesel skala kecil-menengah.

Keberhasilan uji coba ini membuka peluang pemanfaatan Petasol sebagai bahan bakar alternatif untuk sektor kelautan dan pertanian, yang selama ini sangat sensitif terhadap fluktuasi harga BBM.

Teknologi Fastpol Gen-5 Mampu Olah Plastik Kotor dan Basah

Petasol diproduksi melalui mesin inovasi BRIN berbasis metode pirolisis Fastpol Gen-5. Teknologi ini diklaim mampu mengolah berbagai jenis plastik yang sulit didaur ulang, seperti:

  • LDPE (Low Density Polyethylene),
  • HDPE (High Density Polyethylene),
  • PP (Polypropylene),
  • PS (Polystyrene).

Menariknya, plastik yang diolah tidak harus dalam kondisi bersih. Fastpol Gen-5 tetap mampu memproses limbah plastik meskipun dalam kondisi kotor maupun basah, sehingga cocok diterapkan pada kondisi sampah rumah tangga atau sampah pesisir.

Dengan teknologi tersebut, limbah yang sebelumnya tidak bernilai ekonomi bisa diubah menjadi produk energi bernilai tambah.

Baca Juga: Jabatan Plt di BUMN Meluas, Waspada Ada Hambatan Keputusan Bisnis

Bisa Tekan Emisi hingga 79% Dibanding Pembakaran Terbuka

Selain aspek energi, Petasol juga disebut membawa dampak besar bagi lingkungan. Peneliti Ahli Utama BRIN Tri Martini Patria menegaskan bahwa teknologi pirolisis dapat menekan emisi karbon secara signifikan.

“Pemanfaatan limbah plastik melalui pirolisis dapat mengurangi emisi hingga 79% dibandingkan pembakaran terbuka,” jelas Tri.

Jika diterapkan lebih luas, teknologi ini dapat menjadi salah satu strategi pengurangan polusi udara sekaligus membantu menekan dampak perubahan iklim yang dipicu emisi gas rumah kaca.

Potensi Keuntungan Rp 4.700 per Liter, Mutu Setara Diesel

Dari sisi ekonomi, Petasol juga dinilai menjanjikan. BRIN memperkirakan potensi keuntungan mencapai sekitar Rp 4.700 per liter, menjadikannya peluang yang menarik untuk pengembangan skala komunitas maupun industri lokal.

BRIN juga menyebut kualitas bahan bakar Petasol telah melalui pengujian laboratorium dan memenuhi standar diesel. Dengan demikian, Petasol dinilai aman digunakan untuk berbagai jenis mesin diesel tanpa mengorbankan performa.

Tonton: Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Kuartal II Tembus 5,7%

Bisa Diterapkan Skala Komunitas: 50 Kg Plastik untuk 1.000 KK

Salah satu nilai lebih Petasol adalah fleksibilitas penerapannya. BRIN menyebut mesin pirolisis ini dapat digunakan pada skala komunitas.

Dengan kapasitas mesin sekitar 50 kilogram, pengolahan limbah plastik dapat melayani kebutuhan hingga 1.000 kepala keluarga. Hal ini menjadikan Petasol bukan hanya inovasi energi, tetapi juga model pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Jika dikelola dengan baik, konsep ini bisa membantu daerah mengurangi ketergantungan pada TPA (tempat pembuangan akhir) sekaligus mengurangi sampah plastik yang berakhir di laut.

Sudah Diterapkan di 84 Kabupaten/Kota dan Akan Diperluas

BRIN mencatat inovasi serupa telah diterapkan di sekitar 84 kabupaten/kota di Indonesia. Pengembangan Petasol ditargetkan terus diperluas, terutama untuk wilayah yang paling membutuhkan energi alternatif, seperti kawasan pesisir dan sentra pertanian.

Langkah ini juga memperkuat agenda pemerintah dalam mendorong ekonomi sirkular, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta mengubah limbah menjadi sumber daya produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×