Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Selain aspek energi, Petasol juga disebut membawa dampak besar bagi lingkungan. Peneliti Ahli Utama BRIN Tri Martini Patria menegaskan bahwa teknologi pirolisis dapat menekan emisi karbon secara signifikan.
“Pemanfaatan limbah plastik melalui pirolisis dapat mengurangi emisi hingga 79% dibandingkan pembakaran terbuka,” jelas Tri.
Jika diterapkan lebih luas, teknologi ini dapat menjadi salah satu strategi pengurangan polusi udara sekaligus membantu menekan dampak perubahan iklim yang dipicu emisi gas rumah kaca.
Potensi Keuntungan Rp 4.700 per Liter, Mutu Setara Diesel
Dari sisi ekonomi, Petasol juga dinilai menjanjikan. BRIN memperkirakan potensi keuntungan mencapai sekitar Rp 4.700 per liter, menjadikannya peluang yang menarik untuk pengembangan skala komunitas maupun industri lokal.
BRIN juga menyebut kualitas bahan bakar Petasol telah melalui pengujian laboratorium dan memenuhi standar diesel. Dengan demikian, Petasol dinilai aman digunakan untuk berbagai jenis mesin diesel tanpa mengorbankan performa.
Tonton: Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Kuartal II Tembus 5,7%
Bisa Diterapkan Skala Komunitas: 50 Kg Plastik untuk 1.000 KK
Salah satu nilai lebih Petasol adalah fleksibilitas penerapannya. BRIN menyebut mesin pirolisis ini dapat digunakan pada skala komunitas.
Dengan kapasitas mesin sekitar 50 kilogram, pengolahan limbah plastik dapat melayani kebutuhan hingga 1.000 kepala keluarga. Hal ini menjadikan Petasol bukan hanya inovasi energi, tetapi juga model pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Jika dikelola dengan baik, konsep ini bisa membantu daerah mengurangi ketergantungan pada TPA (tempat pembuangan akhir) sekaligus mengurangi sampah plastik yang berakhir di laut.
Sudah Diterapkan di 84 Kabupaten/Kota dan Akan Diperluas
BRIN mencatat inovasi serupa telah diterapkan di sekitar 84 kabupaten/kota di Indonesia. Pengembangan Petasol ditargetkan terus diperluas, terutama untuk wilayah yang paling membutuhkan energi alternatif, seperti kawasan pesisir dan sentra pertanian.
Langkah ini juga memperkuat agenda pemerintah dalam mendorong ekonomi sirkular, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta mengubah limbah menjadi sumber daya produktif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













