kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

BREAKING NEWS: BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,75%


Rabu, 22 April 2026 / 14:59 WIB
Diperbarui Rabu, 22 April 2026 / 15:01 WIB
BREAKING NEWS: BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,75%
ILUSTRASI. BI pertahankan suku bunga di level 4,75%


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah untuk menstabilkan rupiah di tengah perang di Iran, seperti yang diharapkan, dengan mata uang tersebut telah mencapai titik terendah beberapa kali bulan ini.

Rabu (22/4/2026), BI mempertahankan suku bunga acuan atau 7 day reverse repurchase rate di 4,75%, di mana suku bunga tersebut telah berada sejak September. Semua ekonom yang disurvei oleh Reuters secara bulat memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tersebut.

Suku bunga fasilitas deposito semalam dan fasilitas pinjaman juga tetap stabil di angka 3,75% dan 5,50%, masing-masing.

Rupiah, yang mencapai titik terendah baru di angka Rp 17.193 per dolar AS pada pekan lalu, telah terpukul oleh arus keluar modal yang timbul dari kekhawatiran tentang keberlanjutan fiskal Indonesia, independensi bank sentral, dan masalah transparansi di pasar modalnya, serta sentimen penghindaran risiko yang disebabkan oleh perang Iran.

Gubernur Perry Warjiyo mengatakan dalam konferensi pers daring bahwa keputusan suku bunga kebijakan tersebut konsisten dengan upaya untuk mendukung rupiah.

Baca Juga: Purbaya Akan Ajukan Pengganti 3 Dirjen Kemenkeu ke Presiden pada Mei 2026

BI siap menyesuaikan kebijakan untuk memperkuat dukungan terhadap mata uang sambil menjaga inflasi dalam kisaran target, tambahnya.

Pekan lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan globalnya pada tahun 2026 karena lonjakan harga energi akibat perang. IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia sebesar 0,1 poin persentase, menurunkan perkiraannya menjadi 5%.

Ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini "lebih tangguh daripada negara-negara lain," kata para pejabatnya, mengutip keputusan mereka untuk mempertahankan harga bahan bakar bersubsidi agar inflasi tetap rendah, serta potensi peningkatan pendapatan ekspor sebagai akibat dari harga komoditas yang lebih tinggi.

BI mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%, dan mempertahankan bahwa inflasi akan tetap berada dalam kisaran target 1,5% hingga 3,5% hingga tahun 2027.

BI memangkas suku bunga acuan sebesar total 150 basis poin antara September 2024 dan September 2025. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×