kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.955   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.004   119,85   2,04%
  • KOMPAS100 781   17,27   2,26%
  • LQ45 591   12,50   2,16%
  • ISSI 208   4,58   2,25%
  • IDX30 335   7,34   2,24%
  • IDXHIDIV20 410   8,29   2,06%
  • IDX80 89   1,92   2,22%
  • IDXV30 111   2,61   2,40%
  • IDXQ30 107   2,43   2,31%

BPS: Nilai Tukar Petani Naik 0,33% pada Oktober 2024


Jumat, 01 November 2024 / 12:26 WIB
BPS: Nilai Tukar Petani Naik 0,33% pada Oktober 2024
ILUSTRASI. Nilai tukar petani pada Oktober 2024 tercatat capai 120,70, atau naik 0,33%


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani pada Oktober 2024 mencapai 120,70, atau meningkat 0,33% bila dibandingkan bulan sebelumnya.

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, meningkatnya nilai tukar petani dipengaruhi indeks harga diterima petani (It) yang meningkat 0,38% menjadi 145,56 dari bulan sebelumnya. Kemudian dipengaruhi juga oleh indeks harga dibayar petani (Ib) yang meningkat sebesar 120,54 menjadi 0,04%.

“Komoditas yang dominan mempengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani secara nasional adalah kelapa sawit, karet, bawang merah dan tomat,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Jumat (1/11).

Peningkatan nilai tukar petani tertinggi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 1,65%. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 160%, sedangkan indeks harga yang dibayar petani turun 0,06%.

Baca Juga: BPS: Terjadi Inflasi pada Oktober 2024 Sebesar 0,08%

Adapun komoditas yang dominan mempengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani adalah kelapa sawit, karet dan kelapa.

Sementara itu, penurunan nilai tukar petani terdalam terjadi pada subsektor tanaman pangan yang turun sebesar 0,46%.

“Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun sebesar 0,38%, sedangkan indeks harga yang dibayar petani meningkat 0,08%,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Amalia menyampaikan, komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan indeks harga yang diterima petani pada subsektor ini adalah gabah, jagung, dan ketela pohon.

Baca Juga: BPS Catat BBM non Subsidi Mengalami Deflasi 2 Bulan Beruntun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×