kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

BPS: Inflasi pada Januari 2019 sebesar 0,32%


Jumat, 01 Februari 2019 / 09:31 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi bulanan Januari 2019 sebesar 0,32%.  Data inflasi ini terhitung rendah apabila dibanding Januari 2018 dan 2017 yang masing-masing sebesar 0,62% dan 0,97%.

"Ini modal yang bagus untuk awal tahun," jelas Kepala BPS Suhariyanto, Jumat (1/2).

BPS mencatat secara tahunan (yoy) inflasi Januari 2019 sebesar 2,82%.

Lebih lanjut, Suhariyanto menyebut, penyebab inflasi tahun 2018 adalah kenaikan pada komponen inflasi harga bergejolak alias volatile food. Tercatat kenaikan harga makanan menyumbang inflasi 0,92% dengan andil 0,18%.

"Inflasi pada Januari ini penyebab utamanya naiknya harga ikan beras dan komoditas sayuran," jelas dia.

Sedangkan komponen administered price atau harga yang diatur mengalami deflasi 0,12%. Penurunan terjadi pada harga rokok kretek filter dan tarif kereta api. Juga tercatat sektor transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,12%. Penurunan terjadi karena harga bahan bakar minyak (BBM) pertalite, pertamax dan pertamax turbo.

"Dengan demikian yang menghambat cabai merah, bensin dan kereta api," ujarnya.

Suhariyanto juga menyarankan pemerintah untuk memperhatikan pergerakan harga pada komponen volatile food alias harga bergejolak yang pada bulan ini mengalami inflasi cukup tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×