kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BPS: Inflasi pada Januari 2019 sebesar 0,32%


Jumat, 01 Februari 2019 / 09:31 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi bulanan Januari 2019 sebesar 0,32%.  Data inflasi ini terhitung rendah apabila dibanding Januari 2018 dan 2017 yang masing-masing sebesar 0,62% dan 0,97%.

"Ini modal yang bagus untuk awal tahun," jelas Kepala BPS Suhariyanto, Jumat (1/2).

BPS mencatat secara tahunan (yoy) inflasi Januari 2019 sebesar 2,82%.

Lebih lanjut, Suhariyanto menyebut, penyebab inflasi tahun 2018 adalah kenaikan pada komponen inflasi harga bergejolak alias volatile food. Tercatat kenaikan harga makanan menyumbang inflasi 0,92% dengan andil 0,18%.

"Inflasi pada Januari ini penyebab utamanya naiknya harga ikan beras dan komoditas sayuran," jelas dia.

Sedangkan komponen administered price atau harga yang diatur mengalami deflasi 0,12%. Penurunan terjadi pada harga rokok kretek filter dan tarif kereta api. Juga tercatat sektor transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,12%. Penurunan terjadi karena harga bahan bakar minyak (BBM) pertalite, pertamax dan pertamax turbo.

"Dengan demikian yang menghambat cabai merah, bensin dan kereta api," ujarnya.

Suhariyanto juga menyarankan pemerintah untuk memperhatikan pergerakan harga pada komponen volatile food alias harga bergejolak yang pada bulan ini mengalami inflasi cukup tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×