kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.536   36,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BPS: Inflasi Inti April 2026 Naik ke 0,23%, Dipicu Pangan dan Gadget


Senin, 04 Mei 2026 / 14:01 WIB
BPS: Inflasi Inti April 2026 Naik ke 0,23%, Dipicu Pangan dan Gadget
ILUSTRASI. Gerai penjualan ponsel (KONTAN/Muradi)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi inti pada April 2026 sebesar 0,23% secara bulanan (month to month/mtm), meningkat dibandingkan Maret yang sebesar 0,13%.

Kenaikan ini didorong oleh naiknya harga sejumlah bahan makanan dan barang elektronik seperti gawai.

Baca Juga: Surplus Neraca Dagang Maret 2026 Melonjak, BPS Ungkap Mesin Pendorongnya

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa beberapa komoditas menjadi penyumbang utama inflasi inti dengan total andil mencapai 0,15% terhadap inflasi bulanan.

“Komoditas yang dominan memberikan andil pada komponen inti antara lain minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, ayam goreng, laptop atau notebook, serta gula pasir,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Kenaikan harga komoditas tersebut mencerminkan masih kuatnya permintaan masyarakat, khususnya untuk barang konsumsi dan kebutuhan sehari-hari.

Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 2,44% dengan kontribusi mencapai 1,56% terhadap inflasi keseluruhan.

Baca Juga: Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Jadi 9 Orang, PPIH Jamin Badal Haji

Ateng menambahkan, pendorong utama inflasi inti secara tahunan berasal dari kenaikan harga emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, serta biaya pendidikan seperti kuliah di akademi atau perguruan tinggi.

Dengan demikian, inflasi inti tetap menjadi kontributor utama terhadap inflasi April 2026, baik secara bulanan maupun tahunan, yang ditopang oleh kenaikan harga barang konsumsi dan jasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×