kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

BPKP Minta Ditjen Pajak Klarifikasi Hasil Audit Royalti Batubara


Selasa, 16 Desember 2008 / 14:10 WIB


Reporter: Uji Agung Santosa |

JAKARTA. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) meminta Direktorat Jenderal Pajak melakukan klarifikasi atas Pajak Pertambahan Nilai (PPn) hasil audit royalti batu bara. Setelah klarifikasi dilakukan, BPKP baru akan melaporkan hasil auditnya di Menteri Keuangan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah BPKP Binsar Hamonangan Simanjuntak mengatakan klarifikasi diperlukan untuk mengecek ulang tentang hasil temuan audit royalty batubara yang telah diselesaikan BPKP dari sisi PPn-nya. "Masih perlu ada sedikit waktu untuk melakukan klarifikasi dengan Direktorat Jenderal Pajak terkait masalah PPn," kata Binsar di Jakarta, Selasa (16/12).

Ia berharap klarifikasi masalah PPn tersebut bisa dilakukan tidak dalam waktu lama agar hasil audit sudah bisa ditandatangani oleh Kepala BPKP sebagai Ketua Tim Optimalisasi Penerimaan Negara (OPN) Didi Widayadi. Setelah itu, hasil audit baru bisa dilaporkan kepada Menteri Keuangan dan Menteri ESDM. "Kami masih menunggu karena pemeriksaan sedang berjalan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×