kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BPK: Stimulus Fiskal Tak Banyak Bermanfaat


Kamis, 15 Januari 2009 / 12:19 WIB


Reporter: Martina Prianti

JAKARTA. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai langkah pemerintah memberikan stimulus fiskal tidak akan bermanfaat banyak. Pasalnya, jumlah nomor pokok wajib pajak (NPWP) dibanding jumlah penduduk Indonesia masih terbilang rendah.

Hal tersebut diperkuat besarnya kemungkinan untuk menghindari kewajiban membayar pajak. "Maka stimulus fiskal berupa pemotongan pajak menjadi tidak ada manfaatnya," ujar Ketua BPK Anwar Nasution dalam menyampaikan penganugerahan penghargaan BPK kepada instansi pemerintah, Kamis (15/1).

Anwar melanjutkan, karena BPK tidak bisa melakukan pemeriksaan penerimaan pajak maka tidka dapat diketahui efektifitas dari kebijakan stumulus fiskal lewat keringanan pajak yang sedianya ditujukan untuk pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Dengan alasan itu pula, jelas dia, BPK tidak dapat menjelaskan kenapa rasio penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) masih rendah. Hal itu tercermin dengan rasio penerimaan pajak terhadap PDB pada 2008 yakni hanya sekitar 13,7% dari PDB.

"BPK juga tidak dapat mengetahui apakah tidak ada penyelundupan pajak termasuk restitusi ekspor dan transfer pricing oleh kalangan dunia usaha nasional maupun asing," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×