Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan, realisasi penyaluran rumah subisidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 7.312 unit atau sebesar Rp 912,4 miliar per 30 Januari 2026.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengungkapkan, capaian tersebut melonjak sebesar 177,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada Januari 2025, penyaluran FLPP tercatat hanya sebanyak 2.633 unit rumah.
"Penyaluran ini meningkat hingga 177,7% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ada peningkatan signifikan penyaluran FLPP bulan Januari tahun ini jika dibandingkan tahun lalu," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga: Penyaluran FLPP 2025 Tembus 278.868 Unit, BP Tapera Incar 350.000 Unit pada 2026
Heru menyebut, realisasi ini bahkan melampaui ekspektasi target bulanan awal yang dipatok hanya 3.305 unit. Dengan target total penyaluran tahun 2026 yang sebesar 350.000 unit, kinerja bulan pertama yang melampaui target ini menjadi modal bagi BP Tapera.
"Di awal kami menargetkan bulan Januari 2026 hanya 3.305 unit rumah tetapi pada akhirnya realisasi jauh di atas target, naik hingga 45,19%,” terangnya.
Heru memerinci, Bank Tabungan Negara (BTN) tercatat masih menjadi motor utama penyaluran dengan realisasi tertinggi sebanyak 4.160 unit. Disusul oleh Bank Syariah Nasional (BSN) sebanyak 861 unit, Bank Mandiri 699 unit, BNI 616 unit, dan BRI 587 unit, serta dukungan dari 13 bank penyalur lainnya.
Dari sisi profil penerima manfaat, pekerja sektor swasta mendominasi penyerapan FLPP dengan porsi 75,85%. Sementara itu, kelompok wiraswasta menyumbang 14,33%, diikuti oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 6,37%, dan sisanya dari kelompok masyarakat lainnya.
Baca Juga: BP Tapera Lapor, Sejak 2010-2025 Penyaluran Dana Rumah Subsidi FLPP Rp 185,87 Triliun
Heru menambahkan, keberhasilan akselerasi di awal tahun ini tidak lepas dari strategi BP Tapera dalam meyakinkan Kementerian Keuangan agar anggaran bisa cair lebih cepat.
"Kami berharap bank penyalur lainnya segera merealisasikan penyaluran dana FLPP sehingga target tahun 2026 dapat tercapai dengan optimal," pungkasnya.
Selanjutnya: Petani Minta Kaji Ulang Rencana Daerah Tarik Pajak Pohon Sawit Rp1.700 per Batang
Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













