Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dalam penyaluran rumah subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sepanjang tahun 2025, dana FLPP yang tersalurkan mencapai 278.868 unit rumah dengan nilai total tembus Rp 34,64 triliun.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengungkapkan, keberhasilan ini berkat dukungan 40 bank penyalur dan lebih dari 8.000 pengembang di seluruh Indonesia. Berdasarkan data debitur, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan gaji Rp 3 juta hingga Rp 5 juta menjadi kelompok yang paling mendominasi profil penerima manfaat.
“Kami melihat profil debitur ini tidak akan banyak berubah di tahun 2026. Keberhasilan realisasi 2025 turut didorong oleh kemudahan akses pembiayaan awal yang bergantung pada skema uang muka (DP) yang minim,” ujar melalui keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: BP Tapera Lapor, Sejak 2010-2025 Penyaluran Dana Rumah Subsidi FLPP Rp 185,87 Triliun
Heru menjelaskan, sesuai Nota Keuangan 2026, pemerintah mengalokasikan pencadangan investasi untuk mengejar potensi target penyaluran hingga 350.000 unit rumah. Saat ini, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang sudah tersedia mencakup 285.000 unit dengan total kebutuhan dana Rp 36,6 triliun.
Heru merinci, kebutuhan dana tersebut bersumber dari anggaran DIPA sebesar Rp 25,1 triliun, pengembalian pokok (rolling fund) sebesar Rp 10,2 triliun, serta saldo awal tahun 2026 senilai Rp 4,6 triliun. Dengan penetapan target di awal tahun, BP Tapera optimistis para pelaku bisnis dan bank penyalur akan jauh lebih siap mengeksekusi penyaluran.
Baca Juga: BP Tapera: Realisasi FLPP Rumah Subsidi Capai 263.017 Rumah
Salah satu strategi utama BP Tapera tahun ini adalah memperlebar akses bagi pekerja sektor non-formal. Jika tahun lalu alokasi untuk sektor ini hanya 10%, maka di tahun 2026 BP Tapera menaikkan porsinya menjadi 15% dalam perjanjian kerja sama dengan bank penyalur.
"Hal ini akan semakin memperluas akses bagi ART, Ojol, pedagang sayur, dan profesi non-formal lainnya dalam memiliki rumah layak huni agar semakin merata di seluruh Indonesia," tegas Heru.
Tak hanya fokus pada pembelian rumah baru, BP Tapera juga tengah menggodok diversifikasi produk pembiayaan. Skema baru yang disiapkan mencakup Kredit Bangun Rumah (KBR) dan Kredit Renovasi Rumah (KRR) melalui program FLPP.
Saat ini, BP Tapera sedang merampungkan aturan main dan Peraturan Badan (Perbad) yang disesuaikan dengan petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Langkah ini diharapkan menjadi motor baru pertumbuhan sektor properti nasional di tahun ini.
Baca Juga: BP Tapera Genjot KPR FLPP 350.000 Unit, Bidik Pekerja Informal
Selanjutnya: BEI Hentikan Aktivitas Perdagangan Efek HSBC Sekuritas Mulai Hari Ini (15/1)
Menarik Dibaca: Promo Indomaret Super Hemat Terbaru sampai 21 Januari 2026, Sunlight Hemat Banyak!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
