kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Boros lahan, Ridwan Kamil kritik desain Ibu Kota baru di Kalimantan Timur


Senin, 26 Agustus 2019 / 21:19 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung rencana pemindahan Ibu Kota negara ke Panajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tapi, sebagai arsitek, ia menyoroti desain dan asumsi pembangunan kota yang kurang tepat.

"Asumsi lahannya (di Kalimantan Timur) terlalu luas, 200.000 hektare untuk 1,5 juta penduduk. Menurut saya, boros lahannya," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (26/8).

Emil menyebutkan, Indonesia harus bercermin dengan kondisi Ibu Kota baru Brasil atau Myanmar yang kini sepi aktivitas lantaran lahannya yang terlalu luas. Kondisi itu akan membuat penduduk tak betah.

"Ibu Kota yang baik di dunia, banyak mengalami kesalahan. Contohnya, Brasil di Brasilia sampai sekarang tanahnya terlalu luas, manusia tidak betah. Myanmar juga sama sepi," ungkap Emil.

Baca Juga: Pemprov Kaltim siapkan lahan 230.000 ha untuk ibu kota baru

Emil menilai, salah satu pengembangan Ibu Kota negara yang baik adalah di Washington DC. Ibu Kota Amerika Serikat itu punya perbandingan lahan dan populasi yang ideal.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×