kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Pemprov Kaltim siapkan lahan 230.000 ha untuk ibu kota baru


Senin, 26 Agustus 2019 / 16:16 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor tiba di Kompleks Istana


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan lahan seluas 23.000 hektare (ha) untuk lokasi ibu kota baru. Lokasi itu terletak di kawasan Bukit Soeharto dan wilayah sekitarnya.

Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan, di sekitar kawasan Bukit Soeharto masih terdapat lahan yang bisa dimanfaatkan.

Baca Juga: Indonesian president unveils site of new capital on Borneo island

"Bukit Soeharto luasnya 68.000  ha lebih, kemudian kawasan Samboja itu ada 55.000 ha, sebelah baratnya ada jadi total 230.000 ha," ujar Isran usai konferensi pers pemindahan ibu kota di Istana Negara, Senin (26/8).

Lahan tersebut saat ini diakui telah dimiliki oleh pemerintah. Isran sendiri bilang tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) penataan kawasan hukum non komersial yang akan mencegah terjadinya kenaikkan harga lahan.

Selain ketersediaan lahan, Isran juga mengungkapkan saat ini di kawasan lokasi ibu kota baru telah terdapat infrastruktur pendukung. Antara lain dua bandara bertaraf internasional di Samarinda dan Balikpapan serta jalan tol.

Baca Juga: Jokowi beberkan alasan pemindahan ibu kota dari Jakarta

Meski begitu, tidak seluruh lahan akan langsung digarap pemerintah. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro.

"Kawasan induknya mulai dari 40.000 ha dulu, kemudian nanti suatu saat di masa depan bisa diperluas sampai 180.000 ha," terang Bambang.

Setengah lahan itu pun akan menjadi ruang terbuka hijau termasuk hutan lindung. Begitu pula dengan hutan di kawasan Bukit Soeharto yang akan dijadikan sebagai kawasan hutan konservasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×