kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.057   49,00   0,27%
  • IDX 6.270   35,66   0,57%
  • KOMPAS100 822   4,26   0,52%
  • LQ45 627   3,11   0,50%
  • ISSI 217   0,85   0,40%
  • IDX30 352   2,10   0,60%
  • IDXHIDIV20 432   1,75   0,41%
  • IDX80 94   0,41   0,44%
  • IDXV30 119   0,32   0,27%
  • IDXQ30 112   0,43   0,39%

BKPM targetkan tiga investasi selesai akhir tahun


Senin, 04 September 2017 / 17:01 WIB


Reporter: Choirun Nisa | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menargetkan 2-3 realisasi investasi dapat diselesaikan hingga akhir tahun ini.

Pada sidang paripurna lalu, Presiden Joko Widodo telah menanyakan kelanjutan investasi Indonesia dan beberapa perjanjian perdagangan pada Thomas dan Kementerian Perdagangan.

"Jadi kita targetkan hingga akhir tahun 2-3 investasi bisa selesai. Selain itu, CEPA dengan Australia juga harus diselesaikan tahun ini," ujar Thomas pada Senin (4/9) di Hotel Mandarin Oriental.

Thomas menuturkan, kini banyak orang yang meragukan Indonesia mampu berinvestasi dan mulai hilang harapan. Oleh sebab itu, Thomas menggenjot penyelesaian investasi untuk menghilangkan keraguan itu.

"Kita akan tunggu arahan presiden dan arahan pelaku usaha mana yang diprioritaskan," kata Thomas.

Ditanya perihal investasi mana yang diinginkan, Thomas hanya berharap investasinya bisa seimbang, tidak hanya dari Barat saja, tetapi negara timur tengah dan destinasi non tradisional pun ikut masuk sesuai arahan presiden.

Selain itu, pihaknya akan terus mengupayakan CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) dengan negara Eropa. Pasalnya, Thomas melihat beberapa negara Eropa yang ingin berinvestasi tetapi karena tidak adanya perjanjian ekonomi di antara dua negara, maka sesuai undang-undang negara yang berlaku di daerah asalnya, bank ekspor-impornya melarang pemberian jaminan kredit.

"Ada yang hendak membangun pembangkit listrik puluhan triliun rupiah, tetapi karena tidak ada perjanjian dan UU melarang jadi ya tidak jadi," kata Thomas.

Ditanya perihal negara mana, Thomas hanya menjawab beberapa dari negara maju G7 yang melarang investasi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×