kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

BKPM Catat Foreign Direct Investment (FDI) ASEAN pada 2022 Meningkat 5%


Selasa, 15 Agustus 2023 / 16:22 WIB
BKPM Catat Foreign Direct Investment (FDI) ASEAN pada 2022 Meningkat 5%
Riyatno, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal BKPM. BKPM Catat Foreign Direct Investment (FDI) ASEAN pada 2022 Meningkat 5%.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)/Kementerian Investasi mencatat Foreign Direct Investment (FDI) ASEAN pada 2022 meningkat 5% atau menjadi US$ 224 miliar.

Foreign Direct Investment yaitu sebuah investasi atau penanaman modal yang berasal dari pihak luar negeri atau asing.

Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Riyatno mengatakan, porsi arus masuk FDI di Kawasan ASEAN terus meningkat dari yang awalnya kurang dari 15% menjadi lebih dari 70% dari total FDI global.

“Aliran FDI ASEAN pada 2022 ini, melebihi aliran masuk FDI ke China selama dua tahun berturut-turut,”  tutur Riyatno dalam Konferensi Pers Road to ASEAN SUMMIT 2023 dengan tema “Peluang Investasi melalui KTT ke-43 ASEAN,” Selasa (15/6).

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Pilihan dari Ajaib Sekuritas untuk Hari Ini (31/7)

Dia menambahkan, terdapat enam negara anggota ASEAN yang mencatatkan FDI paling tinggi di antaranya Singapura yang mencatatkan peningkatan nilai tertinggi terhitung lebih dari 60% FBI di ASEAN.

“Meski begitu kita tahu Singapura merupakan hub. Karena nantinya ending dari investasi ini belum tentu ke Singapura, namun dari Singapura bisa saja dialirkan ke Indonesia, Vietnam, atau ke negara anggota ASEAN,” jelasnya.

Kinerja FDI Indoensia, kata Riyatno memang masih kalah jauh dari Singapura. Meski begitu menurutnya FDI Indonesia di ASEAN menduduki posisi nomor dua, setelah Siangapura. Kemudian disusul Vietnam, Malaysia, Philipina dan lainnya.

Baca Juga: Begini Rekomendasi Saham yang Menarik Dikoleksi untuk Hari Ini (24/7)

Adapun FDI yang masuk ke ASEAN paling besar bersumber dari Amerika Serikat, yakni meningkat 6% menjadi US$ 37 miliar. Sementara itu disektor manufaktur serta industri keuangan, mencapai US$ 20 miliar.

“Ini menyumbang sebagian besar FDI tertinggi dari Amerika Serikat. Perusahaan dari negara tersebut menjadi investor terbesar untuk industri. Selain itu, FDI yang masuk dari Intra-ASEAN menempati posisi ke dua. Artinya kita menginginkan di antara negara ASEAN juga saling berinvestasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Riyatno menyampaikan, penggerak utama FDI ASEAN adalah investasi yang berasal dari sektor manufaktur, keuangan, perdagangan eceran, teleportasi dan penyimpanan, serta informasi dna komunuikasi.

Baca Juga: Pasar Saham Unjuk Gigi, Pasar Obligasi Cenderung Flat di Bulan Juli 2023

Kelima sektor tersebut menyumbang sekitar 86% dari total masuknya FDI di ASEAN. Selain itu, sektor manufaktur menjadi sektor yang dignifikan dengan investasi yang naik ke level tertinggi yakni mencapai US$ 62 miliar.

Sedangkan industri elektronik dan listrik di ASEAN tetap menjadi penerima investasi di bidang manufaktur. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×