kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

BKPM: Ada peluang investasi di label SNI mainan


Minggu, 02 Maret 2014 / 18:02 WIB
ILUSTRASI. Jokowi memberikan sejumlah arahan kepada Heru sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta.


Reporter: Syarifah Nur Aida | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pada 30 April 2014 mendatang, Kementerian Perindustrian mewajibkan mainan anak mendapat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar mendukung langkah tersebut untuk menjaga keamanan dan keselamatan konsumen.

"Kalau pengawasannya konsisten, itu membuka peluang untuk investasi di sektor tersebut," papar Mahendra. Pihak terkait wajib punya kapabilitas untuk mengimplementasikan aturan dan memantau pelaksanaannya.

Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono menyatakan siap untuk memonitor impor mainan yang sebagian besar datang dari Cina. "Mainan anak akan diterapkan di Indonesia Single National Window (INSW)," kata Agung.

Pihak bea dan cukai sudah menambah 2200 pegawai untuk mendukung kebijakan baru seperti SNI mainan anak tersebut. Meski demikian, Agung menyebut pegawai untuk melengkapi kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai akan terus ditambah 5000 personel hingga 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×