kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BKF masih bahas sektor penerima perluasan tax holiday


Selasa, 09 Oktober 2018 / 19:54 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Pajak, Tax Amnesty


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana memperluas sektor penerima insentif pembebasan pajak atau tax holiday. Hingga saat ini, Badan Kebijakan Fiskal pun masih membahas sektor-sektor penerima tax holiday ini bersama dengan kementerian atau lembaga terkait.

"Sektornya masih dibahas dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kemenperin juga Menko Perekonomian," ujar Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara BKF Rofyanto Kurniawan kepada Kontan.co.id, Selasa (9/10).

Rofyanto pun belum menyebutkan kapan sektor-sektor yang akan diperluas ini diumumkan lantaran pembahasan yang masih dilakukan.

Tak hanya tax holiday, BKF pun masih mematangkan skema pemberian insentif melalui tax allowance. Rofyanto pun mengatakan pihaknya masih mengkaji usulan dari Kementerian Perindustrian untuk memberikan super deductible tax dan aturan terkait pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bidang Tax Center Ajib Hamdani menyarankan supaya pemerintah pun turut mengikutsertakan pengusaha untuk membicarakan pemberian insentif ini. Pasalnya, menurutnya insentif yang diberikan berbeda dengan kebutuhan pengusaha.

"Jadi harus lebih tepat sasaran. Berapa banyak insentif dari kementerian keuangan itu tidak terpakai, itu indikasinya insentifnya tidak nyambung dengan kebutuhan di lapangan," jelas Ajib.

Menurut Ajib, adanya pemberian insentif kepada pengusaha sudah positif. Menurutnya, pemerintah juga sudah melakukan berbagai langkah perbaikan. Sayangnya, langkah tersebut masih dianggap kurang masif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×