kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bisnis produk asuransi kesehatan masih potensial


Rabu, 24 Juli 2019 / 07:05 WIB
Bisnis produk asuransi kesehatan masih potensial

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesehatan merupakan hal paling berharga. Keasadaran ini menyebabkan bisnia asuransi tetap bertumbuh. Di PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia misalnya, produk asuransi kesehatan memberikan kontribusi besar. Dari total premi, asuransi kesehatan menyumbang premi hingga 70%.

Chief Marketing & Customer Generali Indonesia Vivin Arbianti menyebutkan, produk asuransi kesehatan memiliki perluasan produk asuransi penyakit kritis. Hingga saat ini asuransi penyakit kritis menyumbang 20%-30% dari total portofolio premi Generali Indonesia. Dalam hal ini, perusahaan memperluas produk hingga 66 jenis penyakit kritis yang dikover dengan rumah sakit agar manfaatnya bisa langsung dibayarkan. Salah satunya, asuransi penyakit HIV/AIDS yang tertular lewat transfusi darah. "Untuk asuransi penyakit kritis, jika terdiagnosa, nasabah akan menerima manfaat sebesar uang pertanggungan untuk penyembuhan atau biaya berobat,” kata Vivin kepada Kontan.co.id, Sabtu (20/7).


Sedangkan pada produk yang fokus investasi, setiap nasabah yang terdiagnosis penyakit ini bisa melanjutkan premi hingga usia 60 tahun agar tujuan investasinya tercapai. Adapun pembayaran premi berdasarkan uang pertanggungan dan usia. Nilanya mulai dari Rp 500.000 per bulan.  Sementara untuk pengajuan klaim, bisa dilakukan dengan mudah. Dengan cukup memberikan bukti diagnosa dokter yang diperlukan dan didaftarkan ke Generali. Apabila sudah sesuai dengan polis maka perusahaan langsung membayarkan klaim ke nasabah. Vivin memperkirakan, produk asuransi kritis tetap potensial. Mengingat, kebutuhan nasabah akan proteksi penyakit kritis masih besar, bukan hanya dari asuransi kesehatan. 




TERBARU

×