kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.675   11,00   0,06%
  • IDX 6.628   -8,29   -0,12%
  • KOMPAS100 866   -1,10   -0,13%
  • LQ45 656   -1,74   -0,26%
  • ISSI 232   1,12   0,49%
  • IDX30 367   -1,05   -0,29%
  • IDXHIDIV20 453   -1,40   -0,31%
  • IDX80 99   -0,03   -0,03%
  • IDXV30 126   0,66   0,53%
  • IDXQ30 117   -0,45   -0,39%

Bisnis manufaktur di ASEAN turun karena tekanan di pasar ekspor besar


Senin, 05 Agustus 2019 / 06:10 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Meski begitu, Bhima memandang masih ada kemungkinan kinerja manufaktur Indonesia untuk bisa bertumbuh di kisaran 4,5%-4,8%.

Untuk menggenjot kinerja manufaktur Indonesia, menurutnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Walau kinerja manufaktur ASEAN menurun, 4 negara ini justru membaik

Pertama, memperluas akses pasar ekspor ke negara non tradisional. Negara yang dipandang bisa untuk dimasuki Indonesia adalah Afrika, Timur Tengah, dan negara Kepulauan Pasifik.

Kedua, pemerintah seharusnya bisa membantu menurunkan biaya produksi dengan menurunkan harga gas industri. Menurutnya harga yang ideal adalah di bawah US$ 8 per MMBTU.

Ketiga, bisa dengan mempertajam 16 paket kebijakan yang berhubungan dengan industri. Misalnya adalah implementasi tax holidah dan diskon tarif listrik.

Baca Juga: IHS Markit: Kondisi manufaktur ASEAN berada di posisi terendah

Terakhir, pemerintah bisa dengan memperlancar arus logistik dengan pembangunan infrasktruktur yang tepat sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×