kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Bisnis manufaktur di ASEAN turun karena tekanan di pasar ekspor besar


Senin, 05 Agustus 2019 / 06:10 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Meski begitu, Bhima memandang masih ada kemungkinan kinerja manufaktur Indonesia untuk bisa bertumbuh di kisaran 4,5%-4,8%.

Untuk menggenjot kinerja manufaktur Indonesia, menurutnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Walau kinerja manufaktur ASEAN menurun, 4 negara ini justru membaik

Pertama, memperluas akses pasar ekspor ke negara non tradisional. Negara yang dipandang bisa untuk dimasuki Indonesia adalah Afrika, Timur Tengah, dan negara Kepulauan Pasifik.

Kedua, pemerintah seharusnya bisa membantu menurunkan biaya produksi dengan menurunkan harga gas industri. Menurutnya harga yang ideal adalah di bawah US$ 8 per MMBTU.

Ketiga, bisa dengan mempertajam 16 paket kebijakan yang berhubungan dengan industri. Misalnya adalah implementasi tax holidah dan diskon tarif listrik.

Baca Juga: IHS Markit: Kondisi manufaktur ASEAN berada di posisi terendah

Terakhir, pemerintah bisa dengan memperlancar arus logistik dengan pembangunan infrasktruktur yang tepat sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×