kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.153   60,00   0,33%
  • IDX 4.970   -59,79   -1,19%
  • KOMPAS100 640   -7,57   -1,17%
  • LQ45 510   -3,64   -0,71%
  • ISSI 163   -3,20   -1,93%
  • IDX30 287   -1,85   -0,64%
  • IDXHIDIV20 387   -1,55   -0,40%
  • IDX80 74   -0,81   -1,08%
  • IDXV30 107   -0,78   -0,72%
  • IDXQ30 97   -0,60   -0,61%

Bisnis manufaktur di ASEAN turun karena tekanan di pasar ekspor besar


Senin, 05 Agustus 2019 / 06:10 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Meski begitu, Bhima memandang masih ada kemungkinan kinerja manufaktur Indonesia untuk bisa bertumbuh di kisaran 4,5%-4,8%.

Untuk menggenjot kinerja manufaktur Indonesia, menurutnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Walau kinerja manufaktur ASEAN menurun, 4 negara ini justru membaik

Pertama, memperluas akses pasar ekspor ke negara non tradisional. Negara yang dipandang bisa untuk dimasuki Indonesia adalah Afrika, Timur Tengah, dan negara Kepulauan Pasifik.

Kedua, pemerintah seharusnya bisa membantu menurunkan biaya produksi dengan menurunkan harga gas industri. Menurutnya harga yang ideal adalah di bawah US$ 8 per MMBTU.

Ketiga, bisa dengan mempertajam 16 paket kebijakan yang berhubungan dengan industri. Misalnya adalah implementasi tax holidah dan diskon tarif listrik.

Baca Juga: IHS Markit: Kondisi manufaktur ASEAN berada di posisi terendah

Terakhir, pemerintah bisa dengan memperlancar arus logistik dengan pembangunan infrasktruktur yang tepat sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×