kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Bila Berkepanjangan, Konflik Geopolitik Akan Sundut Biaya Logistik Perdagangan


Selasa, 23 Januari 2024 / 18:11 WIB
Bila Berkepanjangan, Konflik Geopolitik Akan Sundut Biaya Logistik Perdagangan
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (1/12/2023). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengaku tengah melakukan monitoring mengenai dampak berbagai konflik geopolitik yang tengah terjadi terhadap Indonesia. 

Bank Sentral mengungkapkan, konflik seperti yang terjadi di Timur Tengah hingga di Laut China Selatan berpotensi untuk memberi dampak kepada rantai pasok global, dan akhirnya pada inflasi dari jalur inflasi impor (imported inflation). 

Meski demikian, BI menegaskan kalau hingga saat ini, belum ada dampak nyata kepada Indonesia. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengingatkan, konflik yang terjadi, berpotensi untuk memberi dampak kepada kondisi perdagangan baik Indonesia maupun negara-negara lain. 

Baca Juga: Begini Tanggapan Gubernur BI Soal Dampak Konflik di Timur Tengah Bagi RI

Hanya, senada dengan BI, Josua juga melihat dampak konflik yang terjadi akan relatif terbatas. Namun, apabila konflik dan gangguan berlangsung persisten dan berkepanjangan, akan menyebabkan dampak yang permanen. 

Pasalnya, konflik tersebut berpotensi untuk meningkatkan biaya logistik di dunia. 

“Kalau berlangsung persisten dan berkepanjangan, akan menaikkan biaya logistik secara permanen,” jelas Josua kepada Kontan.co.id, Selasa (23/1). 

Nah, hal ini akan mendorong peningkatan nilai impor, juga  inflasi, terutama dari sisi impoted inflation. Yang pada waktunya, akan memengaruhi kinerja perekonomian domestik. 

Baca Juga: Pengamat: Investasi Bakal Terdampak Jika Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Jokowi

Dengan demikian, Josua berpesan pentingnya peran pemerintah untuk aktif melakukan diplomasi untuk mencegah terjadinya konflik di Laut China Selatan. 

“Pemerintah dapat berperan aktif, melakukan diplomasi bersama dengan negara ASEAN lainnya,” tandas Josua. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×