kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Biar irit, menteri pendidikan nasional rela semobil dengan bawahannya


Kamis, 28 Juli 2011 / 16:36 WIB
ILUSTRASI. Para bankir cukup terbantu dengan ketatnya protokol kesehatan yang diberlakukan bank tempat mereka bekerja.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengajak bawahannya, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Baedowi berada dalam satu mobil dinas saat mengikuti rapat kerja di kantor Wakil Presiden Boediono. Tujuannya supaya bisa menghemat bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan instruksi pemerintah.

"Diisi orang satu dengan orang lima sama saja. Jadi tidak boleh banyak mobil, di samping efisiensi bensinnya juga tidak menambahi macet," kata Nuh, Kamis (28/7).

Nuh mengakui, langkah penghematan yang dilakukan kementerian sudah pernah dilakukan tahun sebelumnya. Dia menjelaskan, ada tiga langkah penghematan energi dan BBM yang dilakukan instansinya.

Langkah pertama dengan memantau penggunaan listrik di setiap gedung di lingkungan Kemendiknas. "Setiap gedung ada penanggung jawab untuk memantau meteran listrik," katanya.

Langkah kedua dengan solusi perilaku. Menurutnya, penanggungjawab gedung harus mensosialisasi penghematan penggunaan listrik kepada siapa saja.

Ketiga, penghargaan dan hukuman. Nuh mengklaim setiap peringatan hari Kemerdekaan tepat 17 Agustus selalu mengumumkan jawara, pemenang penghematan listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×