kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.484   -41,75   -0,64%
  • KOMPAS100 844   -5,05   -0,59%
  • LQ45 639   -5,98   -0,93%
  • ISSI 228   -0,52   -0,23%
  • IDX30 357   -3,26   -0,90%
  • IDXHIDIV20 433   -3,61   -0,83%
  • IDX80 96   -0,67   -0,69%
  • IDXV30 120   -0,67   -0,55%
  • IDXQ30 113   -1,02   -0,89%

BI yakin surplus non-migas menguat di Februari


Senin, 03 Maret 2014 / 19:34 WIB
ILUSTRASI. 4 Rekomendasi Tempat Spa di Bali yang Punya Rating Tinggi.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca dagang non-migas pada Januari 2014 sebesar US$ 627,3 juta atau turun 49,31% dibanding periode yang sama tahun lalu. Bank Indonesia (BI) yakin, surplus neraca dagang non-migas ini akan naik di Februari dan Maret.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan surplus neraca non-migas akan naik karena ekspor manufaktur meningkat. "Secara total ekspor non-migas turun tapi kualitas neraca non-migas semakin membaik," ujar Perry yang dijumpai usai rapat kerja Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Senin (3/3).

Kualitas neraca non-migas yang semakin membaik ini karena ekspor manufaktur yang meningkat. Melihat data, ekspor manufaktur alias industri pada Januari 2014 tercatat US$ 9,52 miliar atau berikan porsi 65,75% dari total ekspor non-migas.

Sebelumnya di Januari tahun lalu, ekspor industri berikan porsi 63,41% dengan nilai US$ 9,75 miliar. Menurut Perry, ekspor manufaktur akan meningkat lantaran ekonomi Amerika yang membaik. Produk manufaktur Indonesia banyak dikirim ke negeri Paman Sam tersebut. 

Di sisi lain, harga barang-barang manufaktur pun cukup baik. "Sehingga peningkatan ekspor manufaktur akan permanen," tandas Perry.

Sebagai informasi, ekspor non-migas Indonesia ke Amerika pada Januari 2014 naik 0,12% bila dibanding Desember 2013 menjadi US$ 1,29 miliar. Apabila dibanding Januari 2013, ekspor ke Amerika pada Januari 2014 tersebut naik 1,45%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×