kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

BI yakin surplus non-migas menguat di Februari


Senin, 03 Maret 2014 / 19:34 WIB
ILUSTRASI. 4 Rekomendasi Tempat Spa di Bali yang Punya Rating Tinggi.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca dagang non-migas pada Januari 2014 sebesar US$ 627,3 juta atau turun 49,31% dibanding periode yang sama tahun lalu. Bank Indonesia (BI) yakin, surplus neraca dagang non-migas ini akan naik di Februari dan Maret.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan surplus neraca non-migas akan naik karena ekspor manufaktur meningkat. "Secara total ekspor non-migas turun tapi kualitas neraca non-migas semakin membaik," ujar Perry yang dijumpai usai rapat kerja Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Senin (3/3).

Kualitas neraca non-migas yang semakin membaik ini karena ekspor manufaktur yang meningkat. Melihat data, ekspor manufaktur alias industri pada Januari 2014 tercatat US$ 9,52 miliar atau berikan porsi 65,75% dari total ekspor non-migas.

Sebelumnya di Januari tahun lalu, ekspor industri berikan porsi 63,41% dengan nilai US$ 9,75 miliar. Menurut Perry, ekspor manufaktur akan meningkat lantaran ekonomi Amerika yang membaik. Produk manufaktur Indonesia banyak dikirim ke negeri Paman Sam tersebut. 

Di sisi lain, harga barang-barang manufaktur pun cukup baik. "Sehingga peningkatan ekspor manufaktur akan permanen," tandas Perry.

Sebagai informasi, ekspor non-migas Indonesia ke Amerika pada Januari 2014 naik 0,12% bila dibanding Desember 2013 menjadi US$ 1,29 miliar. Apabila dibanding Januari 2013, ekspor ke Amerika pada Januari 2014 tersebut naik 1,45%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×