kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.678   51,00   0,29%
  • IDX 6.547   5,37   0,08%
  • KOMPAS100 868   9,35   1,09%
  • LQ45 660   10,74   1,65%
  • ISSI 225   -1,94   -0,86%
  • IDX30 367   5,99   1,66%
  • IDXHIDIV20 459   9,11   2,03%
  • IDX80 99   1,33   1,36%
  • IDXV30 126   0,97   0,78%
  • IDXQ30 118   2,49   2,15%

BI Waspadai Tekanan Inflasi dari Kenaikan Harga Pangan dan Minyak


Senin, 14 September 2026 / 15:05 WIB
BI Waspadai Tekanan Inflasi dari Kenaikan Harga Pangan dan Minyak
ILUSTRASI. Tekanan inflasi ke depan yang berasal dari kenaikan harga pangan dan minyak yang diwaspadai bank sentral (BI) (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mewaspadai tekanan inflasi ke depan yang berasal dari kenaikan harga pangan dan minyak. Kedua komponen tersebut dinilai menjadi tantangan utama yang dapat memengaruhi inflasi, di tengah inflasi inti yang masih relatif stabil.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, inflasi inti masih berada dalam kondisi terkendali. Hal ini sejalan dengan aktivitas ekonomi Indonesia yang dinilai masih bergerak di bawah level potensialnya.

Menurut Destry, kondisi tersebut membuat tekanan inflasi yang bersumber dari aktivitas ekonomi atau inflasi inti masih relatif dapat dikendalikan meski pertumbuhan ekonomi terus berlanjut.

Baca Juga: Bulog Sudah Salurkan 552.000 Ton Beras untuk 33,4 juta Penerima Bantuan Pangan

Namun, perhatian BI saat ini lebih tertuju pada inflasi pangan bergejolak atau volatile food inflation. Destry menyebut harga pangan dan minyak menjadi dua tantangan utama inflasi global yang juga perlu diwaspadai Indonesia.

“Tapi memang concern itu adalah volatile food inflation,” ujar Destry sata melakukan rapat kerja dengan DPD RI, Senin (14/9/2026).

Ia mengatakan, dalam sejumlah pertemuan internasional, termasuk BRICS dan Basel, harga minyak dan pangan turut menjadi perhatian karena berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi global.

“Disampaikan, tantangan utama global itu adalah dua, harga minyak dan pangan. Nah ini yang menjadi tantangan kita semua,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi tekanan dari pangan, BI bersama pemerintah menjalankan berbagai program pengendalian inflasi. Salah satunya melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Strategis (GTIPS).

Destry mengatakan, program tersebut dijalankan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga di daerah.

Sejumlah langkah dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan, mulai dari kerja sama antardaerah, fasilitasi distribusi pangan, pelaksanaan pasar murah, hingga penguatan cadangan pangan.

Baca Juga: BPS Soroti Kenaikan Harga Cabai di 260 Kabupaten/Kota

“Dan koordinasi yang terus kita perkuat. Dan ini alhamdulillah gerakannya masih jalan terus, sehingga volatile food inflation masih bisa kami kendalikan di bawah 5%,” kata Destry.

Meski demikian, Destry mengakui masih terdapat sejumlah daerah yang mencatat inflasi di atas sasaran. Ia menyebut daerah-daerah tersebut sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pengendalian inflasi.

“Kalau kita lihat yang di peta sebelah kiri, ini adalah daerah-daerah merah, itu adalah daerah-daerah yang inflasi mereka itu di atas inflasi 3,5% yang menjadi target kami,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×