kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.770   77,00   0,44%
  • IDX 6.439   2,46   0,04%
  • KOMPAS100 850   -0,12   -0,01%
  • LQ45 647   0,19   0,03%
  • ISSI 223   0,02   0,01%
  • IDX30 360   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 449   1,70   0,38%
  • IDX80 97   0,00   0,00%
  • IDXV30 124   0,39   0,32%
  • IDXQ30 116   0,32   0,28%

BI siapkan langkah mitigasi untuk tanggulangi risiko burden sharing


Selasa, 21 Juli 2020 / 16:14 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kanan) didampingi Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di kantor BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019). Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Rever


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Kedua, Destry juga mengaku kalau burden sharing akan meningkatkan biaya operasi moneter BI. Namun, Destry memastikan kalau BI telah mengukur dan menimbang berapa kemampuan BI untuk terjun ke pasar.

"Kami juga menimbang dengan masak bagaimana dampaknya terhadap internal, rasio modal, dan sebagainya. Kami juga pernah mengalami kok rasio modal menipis pada krisis tahun 1997 dan 1998 lalu. Kami yakin kami bisa lakukan burden sharing," tegasnya.

Baca Juga: Ekonom: Burden sharing mampu jaga level layak investasi surat utang pemerintah

Ketiga, terkait pergerakan nilai tukar rupiah. Destry melihat kalau sebenarnya pergerakan nilai tukar rupiah memang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor fundamental dan faktor eksternal.

Namun, BI akan tetap berusaha memperdalam pasar keuangan, melakukan perbaikan di infrastruktur keuangan, juga memperbaiki infrastruktur pasar keuangan. Selain itu, BI juga memiliki instrumen tambahan seperti DNDF sebagai hedging instrumen sehingga secara keseluruhan, masalah terhadap volatilitas nilai tukar akan teratasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×