CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

BI sarankan kenaikan BBM sebelum Februari 2015


Minggu, 14 September 2014 / 09:57 WIB
ILUSTRASI. Sekolah kedinasan - STIN


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengungkapkan bahwa semakin cepat harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik, semakin baik.

Jika kenaikan harga BBM ditetapkan lebih cepat, berarti penurunan inflasi juga semakin cepat. "Misalnya kenaikan BBM sekarang, nanti kan penurunan inflasinya akan lebih cepat. Inflasi kan katakan turun beberapa bulan setelah kenaikan harga BBM. Tapi semakin tertunda harga BBM-nya, berarti kenaikan inflasinya tertunda. Economy moneter policy-nya akan masih terus menjaga terus kan?" ujar Mirza, Jumat (12/9) kemarin. 

Mirza mengimbuhkan, bahwa sebaiknya kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut dilakukan pada kuartal keempat. Dia tidak memberikan waktu yang spesifik, namun dia juga mengungkapkan, "Jangan lewat dari Januari-Februari."

Secara umum, Mirza mengungkapkan bahwa kebijakan untuk mengatasi masalah defisit anggaran dan defisit current account sebaiknya semakin cepat diputuskan. Jika terus ditunda, efek inflasinya juga ikut tertunda. Dengan kata lain, kebijakan moneter yang harus diambil akan terus dalam kondisi menjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×