kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BI sarankan kenaikan BBM sebelum Februari 2015


Minggu, 14 September 2014 / 09:57 WIB
ILUSTRASI. Sekolah kedinasan - STIN


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengungkapkan bahwa semakin cepat harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik, semakin baik.

Jika kenaikan harga BBM ditetapkan lebih cepat, berarti penurunan inflasi juga semakin cepat. "Misalnya kenaikan BBM sekarang, nanti kan penurunan inflasinya akan lebih cepat. Inflasi kan katakan turun beberapa bulan setelah kenaikan harga BBM. Tapi semakin tertunda harga BBM-nya, berarti kenaikan inflasinya tertunda. Economy moneter policy-nya akan masih terus menjaga terus kan?" ujar Mirza, Jumat (12/9) kemarin. 

Mirza mengimbuhkan, bahwa sebaiknya kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut dilakukan pada kuartal keempat. Dia tidak memberikan waktu yang spesifik, namun dia juga mengungkapkan, "Jangan lewat dari Januari-Februari."

Secara umum, Mirza mengungkapkan bahwa kebijakan untuk mengatasi masalah defisit anggaran dan defisit current account sebaiknya semakin cepat diputuskan. Jika terus ditunda, efek inflasinya juga ikut tertunda. Dengan kata lain, kebijakan moneter yang harus diambil akan terus dalam kondisi menjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×