kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI proyeksikan inflasi bulan Agustus 2019 sebesar 0,15%


Jumat, 30 Agustus 2019 / 14:36 WIB
ILUSTRASI. OPERASI PASAR CABAI


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) merilis inflasi per 29 Agustus 2019 sebesar 0,15% (mom) atau secara year on year sebesar 3,47%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, yang memengaruhi inflasi pekan ini masih sama seperti minggu-minggu sebelumnya yaitu cabai yang dan emas. "Walau cabai sudah ada penurunan, tetapi masih relatif tinggi," katanya saat ditemui di Bank Indonesia pada Jumat (30/8).

Baca Juga: Ini pandangan masing-masing fraksi terkait asumsi makro ekonomi 2020

Perry melanjutkan, inflasi beberapa komoditas, antara lain inflasi cabai merah sebesar 0,11%, emas perhiasan sebesar 0,08%, cabai rawit sebesar 0,05%, dan lain-lainnya tidak terlalu besar.

Sementara deflasi diungkapkan terjaga. Tarif angkutan udara sebesar 0,09%, bawang merah sebesar 0,07%, daging ayam ras sebesar 0,02%, dan beberapa komoditas sayuran.

Lalu terkait dengan kondisi inflasi cabai, Perry mengungkapkan ini dipengaruhi oleh cuaca sehingga beberapa produksi di daerah terganggu. Sementara produksi yang masih cukup baik adalah di Jawa dan Sumatra, khususnya Sumatra Utara, banyak disetor ke daerah lain.

Baca Juga: Komisi XI DPR setuju pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 5,3%

"Namun kami melihat ini bersifat temporer. Dalam dua bulan nanti akan mulai masuk masa panen cabai, sehingga keadaan bisa berangsur membaik," tambah Perry.

Dengan melihat kondisi tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi Indonesia hingga akhir tahun akan berada di bawah 3,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×