kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.580   27,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI prediksi ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 5,5% pada tahun 2022


Senin, 07 Juni 2021 / 17:45 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi sudah kembali ke zona positif pada tahun 2021, dan kondisinya berlanjut pada tahun 2022. 

Bank sentral memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 berada di kisaran 5,0% hingga 5,5%. Capaian pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 didorong oleh pergerakan komponen-komponennya, seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, juga ekspor dan impor. 

Dalam draf yang diterima Kontan.co.id, bank sentral memperkirakan konsumsi rumah tangga pada tahun depan bisa tumbuh di kisaran 4,8% hingga 5,3%. 

Kemudian, konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh di kisaran 3,6% hingga 4,1%, investasi diperkirakan tumbuh 7,3% hingga 7,8%, ekspor tumbuh 6,5% hingga 7,0%, dan impor tumbuh 5,8% hingga 6,3%. 

Baca Juga: BI perkirakan ekonomi 2021 bisa tumbuh hingga 5,1%, berikut komponen pembentuknya

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan optimismenya akan prospek pertumbuhan ekonomi di tahun ini dan tahun depan. 

“Perbaikan pertumbuhan ekonomi ditopang berlanjutnya vaksinasi yang mendorong kenaikan mobilitas sehingga konsumsi rumah tangga membaik dan investasi meningkat didukung implementasi UU Cipta Kerja,” ujar Perry dalam rapat kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (31/5).

Perry juga mengatakan, kekuatan ekonomi didorong oleh kekuatan ekspor serta berlanjutnya stimulus fiskal pemerintah dan kebijakan BI yang tetap akomodatif. 

Selanjutnya: Bank Mandiri memprediksi cadangan devisa naik hingga US$ 1 miliar pada Mei 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×