kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

BI pertahankan suku bunga acuan untuk menjaga daya tarik di pasar keuangan


Kamis, 17 Januari 2019 / 16:04 WIB
BI pertahankan suku bunga acuan untuk menjaga daya tarik di pasar keuangan


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada November 2018 sebesar 7,2% secara tahunan, menurun dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,6%.

Sementara itu, pembiayaan ekonomi melalui pasar modal, penerbitan saham (IPO dan rights issue), obligasi korporasi, Medium Term Notes (MTN), dan Negotiable Certificate of Deposit (NCD) selama Januari-November 2018 tercatat sebesar Rp 197,1 triliun, turun dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada 2017 sebesar Rp 276,9 triliun.

Pada 2019, BI memperkirakan pertumbuhan kredit berada dalam kisaran 10-12% secara tahunan sedangkan pertumbuhan DPK diprakirakan sekitar 8-10%.

Perekonomian domestik tetap baik ditopang kelancaran sistem pembayaran yang tetap terpelihara, baik dari sisi tunai maupun nontunai. Dari sisi pembayaran tunai, posisi uang yang diedarkan meningkat 7,8% secara tahunan di Desember 2018, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan November 2018 sebesar 7,3%.  

Di sisi pembayaran non-tunai nilai besar, nilai transaksi yang diselesaikan melalui BI-RTGS pada Desember 2018 mengalami peningkatan sebesar 1,53% secara tahunan, setelah mengalami penurunan 1,7%. Pembayaran nontunai nilai ritel, pertumbuhan SKNBI menurun menjadi 8,08% dari 9,7% pada November 2018. 

Sementara itu, transaksi masyarakat menggunakan ATM/ Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik masing-masing meningkat sebesar 14,3%, 7,9%, dan 215,4%.

Dengan demikian, Perry menegaskan kebijakan BI akan tetap hawkish, pre-emptive dan forward looking.

.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×