kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.007   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.219   -16,71   -0,27%
  • KOMPAS100 816   -1,02   -0,12%
  • LQ45 622   0,57   0,09%
  • ISSI 215   0,16   0,07%
  • IDX30 349   -0,75   -0,21%
  • IDXHIDIV20 429   -0,92   -0,21%
  • IDX80 93   0,04   0,05%
  • IDXV30 119   0,95   0,80%
  • IDXQ30 112   -0,16   -0,14%

BI Perkirakan Inflasi pada Periode Ramadan dan Lebaran Diatas 3%, Ini Penyebabnya


Kamis, 19 Februari 2026 / 16:01 WIB
BI Perkirakan Inflasi pada Periode Ramadan dan Lebaran Diatas 3%, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Deputi Gubernur BI Aida S Budiman (KONTAN/Bidara Pink) Bank Indoensia (BI) membeberkan inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran 2026 diperkirakan lebih dari 3%.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indoensia (BI) membeberkan inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran 2026 diperkirakan lebih dari 3%.

Meski lebih tinggi dari sasaran target, Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman membeberkan, inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran tetap terkendali. Ia menuturkan, inflasi yang tinggi tersebut berasal dari efek administered prices akibat diskon listrik tahun lalu diperkirakan masih mendorong inflasi sedikit di atas 3%. Sebagaimana diketahui, infasi pada Januari 2026 mencapai 3,55% year on year (yoy).

“Dan nanti masih terasa dampaknya sampai Januari, Februari, Maret 2026,” tutur Aida dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Percepat Pemulihan Bencana, DPR Setujui Tambahan Dana TKD dan Realokasi Anggaran

Dari sisi pangan, ia melihat pasokan tetap terjaga seiring berlangsungnya musim panen hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit. Pemantauan harga secara mingguan juga menunjukkan pergerakan yang masih sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia dan diharapkan kondisi ini bertahan hingga Maret 2026.

Ke depan, ia menegaskan pengendalian inflasi akan terus diperkuat melalui koordinasi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia, serta kementerian terkait di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian

“Kami melakukan monitoring mingguan untuk harga-harga semuanya masih dalam kisaran proyeksi dari Bank Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, BI juga telah meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Berbeda dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), program ini lebih menekankan penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan pasokan serta kelancaran distribusi.

Peluncuran GPIPS telah dilakukan di Sumatera Selatan, dan selanjutnya akan dilaksanakan di berbagai daerah bersama pemerintah pusat dan daerah. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan inflasi tetap terkendali, termasuk pada periode Ramadan dan Idul Fitri.

Baca Juga: BI Mencatat Modal Asing masuk ke RI Sebesar US$ 1,6 Miliar Hingga 13 Februari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×