kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

BI Perkirakan Inflasi Bulan Januari Ini Sebesar 0,61%


Minggu, 09 Januari 2022 / 11:47 WIB
ILUSTRASI. BI melihat potensi kenaikan inflasi di Januari 2022.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat, kembali adanya kemungkinan peningkatan inflasi pada bulan Januari 2022.  Berdasarkan survei pemantauan harga BI pada pekan pertama bulan ini, inflasi pada bulan Januari 2022 diperkirakan sebesar 0,61% mom, atau lebih tinggi dari inflasi Desember 2021 yang sebesar 0,57% mom. 

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2022 secara tahun kalender sebesar 0,61% ytd dan secara tahunan sebesar 2,23% yoy,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, seperti dikutip Minggu (9/1). 

Erwin menyebut, penyumbang utama inflasi Januari 2022 sampai minggu pertama yaitu komoditas telur ayam ras dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) yang masing-masing naik sebesar 0,11% mom. 

Baca Juga: Ekonom Proyeksi Cadangan Devisa di Tahun 2022 Dapat Tembus ke US$ 150 Miliar

Kemudian dsusul dengan daging ayam ras sebesar 0,06% mom, cabai rawit sebesar 0,05% mom, tomat sebesar 0,04% mom, beras dan sabun detergen bubuk/cair masing-masing 0,03% mom. 

Ada juga peningkatan harga minyak goreng dan bawang merah masing-masing sebesar 0,02% mom, serta jeruk, bawang putih, emas perhiasan, dan rokok kretek filter yang masing-masing naik 0,01% mom. 

Sebaliknya, masih ada komoidtas yang mengalami penurunan harga (deflasi), yaitu cabai merah dan tarif angkutan udara yang masing-masing turun sebesar 0,02% mom. 

Ke depan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesai dari waktu ke waktu. 

Tak hanya itu, BI akan memperkokoh langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh, untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Baca Juga: Pemerintah Yakin Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh di Atas 5% pada Kuartal IV

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×