kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.827   -83,00   -0,46%
  • IDX 6.378   -31,26   -0,49%
  • KOMPAS100 838   -7,02   -0,83%
  • LQ45 635   -4,93   -0,77%
  • ISSI 221   -0,81   -0,36%
  • IDX30 357   -2,76   -0,77%
  • IDXHIDIV20 434   -3,61   -0,82%
  • IDX80 96   -0,84   -0,87%
  • IDXV30 120   -0,82   -0,68%
  • IDXQ30 113   -1,06   -0,93%

BI: Pengembangan Mobil Listrik Bisa Mengerek PDRB DKI Jakarta Hingga 0,09% per Tahun


Jumat, 24 Desember 2021 / 16:54 WIB
ILUSTRASI. Suasana pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021 di Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. 


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat, pengembangan mobil listrik di Indonesia tak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga bisa mengerek pertumbuhan ekonomi. Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Onny Widjanarko mengatakan, pengembangan mobil listrik ini, khususnya di Jakarta, akan mengundang investasi. 

Investasi inilah yang kemudian bisa mengerek pertumbuhan ekonomi Jakarta, dan bermuara pada penguatan pertumbuhan ekonomi nasional. “Berdasarkan simulasi rata-rata tahunan dari hitungan kami, pengembangan mobil listrik akan meningkatkan PDRB DKI Jakarta rata-rata sebesar 0,09% per tahun di atas baseline hingga 2030,” ujar Onny, Jumat (24/12). 

Dalam hal ini, investasi yang masuk adalah investasi di sektor otomotif. Dia pun menunjukkan beberapa perusahaan otomotif besar global yang masuk untuk berinvestasi. 

Baca Juga: Kalau Ada Peningkatan Inflasi yang Fundamental, BI Akan Mengerek Suku Bunga

Sebut saja Hyundai dengan komitmen investasi global prinsipal di Indonesia sebesar Rp 21,8 triliun untuk pembangunan pabrik, pembangunan pabrik listrik, serta konsorsium baterai listrik. Kemudian ada juga Toyota dengan komitmen investasi Rp 28,3 triliun untuk produksi 10 model hybrid dan produksi 5 model plugin hybrid

Mitsubishi tak ketinggalan. Mereka menanamkan modal Rp 11,2 triliun untuk Xpander Hybrid dan 2 model baru. Serta Suzuki dengan komitmen Rp 7 triliun hingga Rp 9 triliun untuk 5 model baru. 

Nah, penanaman modal yang masuk ini kemudian juga bermuara terhadap penyerapan tenaga kerja. Menurut perhitungannya, hingga 2030, pengembangan mobil listrik ini akan meningkatkan pertumbuhan tenaga kerja sebesar 0,03% per tahun hingga 2030. 

Baca Juga: The Fed Akan Naikkan Suku Bunga Kebijakan, BI Siapkan Kuda-Kuda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×