kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

BI - Pemerintah Perkuat Kerjasama Kendalikan Inflasi Pangan Dampak Cuaca dan Bencana


Rabu, 21 Januari 2026 / 18:10 WIB
BI - Pemerintah Perkuat Kerjasama Kendalikan Inflasi Pangan Dampak Cuaca dan Bencana
ILUSTRASI. Pedagang ikan segar melayani konsumennya di pasar tradisional (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) BI dan pemerintah perkuat koordinasi kebijakan untuk mengendalikan inflasi pangan yang sempat meningkat akibat gangguan cuaca dan bencana alam


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan untuk mengendalikan inflasi pangan yang sempat meningkat akibat gangguan cuaca dan bencana alam yang menimpa sejumlah wilayah di Indonesia, seperti yang terjadi di Sumatra.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa stabilisasi harga pangan menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Baca Juga: Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Imbas Bencana Aceh-Sumatra, KLH Jelaskan Alasannya!

“Terutama untuk menstabilkan inflasi volatile food yang kemarin meningkat karena gangguan cuaca dan juga karena bencana,” ujar Perry dalam konferensi pers, Rabu (21/1/2026).

Perry menambahkan, Bank Indonesia dan pemerintah terus melakukan operasi pasar untuk menekan harga pangan agar inflasi volatile food kembali menurun. Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga secara keseluruhan.

Di sisi lain, Perry menegaskan bahwa arah kebijakan moneter Bank Indonesia tetap didasarkan pada perkiraan inflasi ke depan, khususnya inflasi inti. Menurutnya, inflasi inti mencerminkan kekuatan permintaan dan kapasitas produksi perekonomian.

“Kami meyakini kapasitas produksi masih lebih besar dibandingkan permintaan. Hal ini tercermin dari inflasi inti yang rendah dan ke depan diperkirakan tetap rendah,” katanya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Perry optimistis inflasi pada 2026–2027 akan tetap terkendali dalam sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5% plus minus 1%, sehingga menjadi fondasi bagi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Baca Juga: KPK Setujui Tanah Sitaan Koruptor Dijadikan Rumah Rakyat

Selanjutnya: Negara Kuasai Lagi 4,09 Juta Hektare Lahan Hutan, Izin 28 Perusahaan Resmi Dicabut

Menarik Dibaca: Biji Nangka Rebus: 4 Manfaat Tak Terduga untuk Kesehatan Optimal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×