kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI pede inflasi hingga dua tahun ke depan 3,5%


Rabu, 03 Agustus 2016 / 17:02 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi hingga tahun 2018 akan terkendali dan bisa berada di angka 3,5%. Salah satu syarat untuk mencapai angka tersebut, inflasi gejolak harga pangan atawa volatile food pada tahun ini harus jaga di bawah level 5%.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, persoalan gejolak harga pangan datang dari berbagai sumber. Tak hanya harga komoditas global, tetapi juga kondisi domestik seperti produksi, distribusi, cuaca, dan informasi juga bisa mempengaruhi harga pangan.

Menurut Juda, saat ini inflasi dari harga yang diatur pemerintah (administered prices) cukup terkendali dan tidak ada gejolak yang berarti. Untuk mengendalikan inflasi umum hingga dua tahun ke depan, inflasi pangan dan inflasi inti yang harus dijaga.

Ia menjelaskan, inflasi pangan pada tahun 2015 lalu sudah berada di bawah angka 5%, yaitu 4,89%. Namun demikian, Juda memproyeksi inflasi pangan tahun ini akan meningkat, lebih tinggi dibanding tahun lalu. "Inflasi volatile food untuk tahun ini masih sedikit di atas 5%," kata Juda, Rabu (3/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×