kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.734   -84,00   -0,47%
  • IDX 6.279   271,01   4,51%
  • KOMPAS100 836   41,82   5,27%
  • LQ45 628   30,28   5,07%
  • ISSI 214   8,11   3,94%
  • IDX30 356   16,97   5,01%
  • IDXHIDIV20 436   18,92   4,53%
  • IDX80 95   4,90   5,47%
  • IDXV30 117   3,63   3,21%
  • IDXQ30 114   5,11   4,69%

BI pede inflasi hingga dua tahun ke depan 3,5%


Rabu, 03 Agustus 2016 / 17:02 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi hingga tahun 2018 akan terkendali dan bisa berada di angka 3,5%. Salah satu syarat untuk mencapai angka tersebut, inflasi gejolak harga pangan atawa volatile food pada tahun ini harus jaga di bawah level 5%.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, persoalan gejolak harga pangan datang dari berbagai sumber. Tak hanya harga komoditas global, tetapi juga kondisi domestik seperti produksi, distribusi, cuaca, dan informasi juga bisa mempengaruhi harga pangan.

Menurut Juda, saat ini inflasi dari harga yang diatur pemerintah (administered prices) cukup terkendali dan tidak ada gejolak yang berarti. Untuk mengendalikan inflasi umum hingga dua tahun ke depan, inflasi pangan dan inflasi inti yang harus dijaga.

Ia menjelaskan, inflasi pangan pada tahun 2015 lalu sudah berada di bawah angka 5%, yaitu 4,89%. Namun demikian, Juda memproyeksi inflasi pangan tahun ini akan meningkat, lebih tinggi dibanding tahun lalu. "Inflasi volatile food untuk tahun ini masih sedikit di atas 5%," kata Juda, Rabu (3/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×