kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.819   -9,00   -0,05%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

BI pede inflasi hingga dua tahun ke depan 3,5%


Rabu, 03 Agustus 2016 / 17:02 WIB
BI pede inflasi hingga dua tahun ke depan 3,5%


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi hingga tahun 2018 akan terkendali dan bisa berada di angka 3,5%. Salah satu syarat untuk mencapai angka tersebut, inflasi gejolak harga pangan atawa volatile food pada tahun ini harus jaga di bawah level 5%.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, persoalan gejolak harga pangan datang dari berbagai sumber. Tak hanya harga komoditas global, tetapi juga kondisi domestik seperti produksi, distribusi, cuaca, dan informasi juga bisa mempengaruhi harga pangan.

Menurut Juda, saat ini inflasi dari harga yang diatur pemerintah (administered prices) cukup terkendali dan tidak ada gejolak yang berarti. Untuk mengendalikan inflasi umum hingga dua tahun ke depan, inflasi pangan dan inflasi inti yang harus dijaga.

Ia menjelaskan, inflasi pangan pada tahun 2015 lalu sudah berada di bawah angka 5%, yaitu 4,89%. Namun demikian, Juda memproyeksi inflasi pangan tahun ini akan meningkat, lebih tinggi dibanding tahun lalu. "Inflasi volatile food untuk tahun ini masih sedikit di atas 5%," kata Juda, Rabu (3/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×