Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO,ID - JAKARTA. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia mencatat sebanyak 102.696 orang telah mengikuti Program Magang Nasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Kemnaker RI, Anwar Sanusi, usai menghadiri acara “Seminar Nasional Program Magang Nasional” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) dan Deloitte Indonesia di The Plaza Office Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026) sore.
"Sudah ada 102.000 peserta magang yang mengikuti program magang nasional. Jadi sejak kita buka pertama kali pada Oktober 2025, ternyata animonya sangat tinggi," kata Anwar di lokasi, Jumat.
Berdasarkan data yang dipaparkan Anwar dalam acara tersebut, dari total peserta yang terdaftar, sebanyak 8.327 orang mengundurkan diri dan 4.238 orang berstatus tidak aktif.
Baca Juga: Aktivis KontraS Disiram Air Keras OTK, Menko Yusril: Serangan terhadap Demokrasi!
Dengan demikian, jumlah peserta yang masih aktif mengikuti program magang nasional saat ini tercatat sebanyak 90.131 orang.
"Akan tetapi, ketika proses perjalanan, sebagian mereka tadi lebih dari 11.000 orang ya, mereka mengundurkan diri karena berbagai alasan," terang Anwar.
Menurut Anwar, tingginya angka partisipasi ini didorong oleh antusiasme perusahaan penyelenggara maupun para peserta magang.
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong minat perusahaan adalah dukungan dari peserta yang berasal dari perguruan tinggi. Para peserta dinilai memiliki ide serta kreativitas yang tinggi.
Di sisi lain, para peserta juga merasakan manfaat dari program tersebut karena memiliki peluang untuk direkrut sebagai karyawan tetap apabila menunjukkan kinerja yang baik selama menjalani masa magang.
"Bagi peserta sendiri juga mendapatkan manfaat luar biasa karena dia akan ada pengalaman kerja, yang tentunya kalau dikapitalisasi akan jadi modal bagus manakala program selesai," ujar Anwar.
Meski tidak berstatus sebagai karyawan tetap, peserta Program Magang Nasional tetap memperoleh sejumlah fasilitas.
Program yang baru berjalan sekitar lima bulan ini memberikan sertifikat kepesertaan magang yang dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan perlindungan berupa jaminan BPJS Ketenagakerjaan dari pemerintah serta uang saku.
"Ada alasan diterima di pekerjaan full time, pertimbangan keluarga, tidak sesuai dan lain sebagainya," tambahnya.
Meski demikian, Anwar belum dapat memastikan kapan Program Magang Nasional akan kembali dibuka. Saat ini, kelanjutan program tersebut masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Baca Juga: 6.000 WNI Masih Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah, Ini Penjelasan Kemenlu
Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/03/13/23242601/kemnaker-102696-orang-ikuti-program-magang-nasional-sejak-oktober-2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













