kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

BI mendesak perbankan segera turunkan suku bunga deposito dan kredit


Kamis, 19 September 2019 / 21:34 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo bersama Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berharap dengan penurunan suku bunga acuan, bank- bank bisa menurunkan kembali suku bunga deposito dan suku bunga kreditnya. Hal ini dipandang dapat menggenjot permintaan kredit yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa penurunan suku bunga acuan ini tidak hanya menambah kapasitas perbankan, tetapi juga bisa meningkatkan permintaan kredit dan pembiayaan pada bank.

Baca Juga: BI 7DRRR turun tiga kali, pengusaha desak perbankan segera turunkan bunga kredit

Namun Perry masih memakluminya, karena pasti bank butuh penyesuaian antara penurunan suku bunga acuan oleh BI dan suku bunga deposito dan kreditnya. Hanya saja, Perry meminta untuk jangan terlalu lama.

Penurunan suku bunga deposito dan kredit ini dipandang Perry bisa mendorong pertumbuhan investasi, konsumsi, dan nantinya juga akan berpengaruh pada perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Lembaga keuangan asal Korea getol mengakuisisi bank nasional

"Oleh karena itu, kami berharap agar bank segera menurunkan lebih cepat supaya perekonomian Indonesia terus bergerak naik," ujar Perry pada Kamis (19/9) di Jakarta.

Ia menambahkan, bahwa usaha ini terkait juga dengan upaya BI untuk mendorong momentum melalui pembiayaan. Usaha yang telah dilakukan antara lain adalah dengan memperlonggar likuiditas, melonggarkan rasio intermediasi, dan pelonggaran loan to value (LTV).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×