kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BI koreksi pertumbuhan Q2, ini penyebabnya


Selasa, 20 Juni 2017 / 12:46 WIB
BI koreksi pertumbuhan Q2, ini penyebabnya


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini lebih rendah dari yang diperkirakan. Bank sentral sebelumnya memproyeksi pertumbuhan ekonomi tiga bulan kedua tahun ini bisa mencapai 5,11%.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, beberapa indikator dini menunjukkan pertumbuhan ekonomi belum naik secara cepat, seperti yang diperkirakan. Hal itu kata dia, salah satunya dipengaruhi oleh volume ekspor yang lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya.

"Memang masih tinggi kalau kuartal pertama kemarin secara riil ekspor bisa tumbuh 8%, di kuartal kedua kalau permintaan nggak turun, secara riil ekspor sekitar 7%," kata Perry di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (20/6).

Secara umum lanjutnya, sumber pertumbuhan ekonomi lannya, seperti investasi bangunan dan nonbangunan juga menunjukkan peningkatan. Bahkan, peningkatan investasi nonbangunan diperkirakan lebih cepat lagi. "Tetapi kenaikannya belum tinggi banget masih 4%-5% lah yang non bangunan," tambahnya.

Dari sisi konsumsi rumah tangga juga demikian, pihaknya memperkirakan di kuartal kedua tahun ini bisa tumbuh 5% terdorong musim puasa dan lebaran. Namun, angka itu lebih rendah dibanding biasanya yang bisa mencapai 5,2%.

Hal itu lanjutnya, menunjukkan konsumsi swasta masih kuat, tetapi kebaikannya tidak setinggi yang diharapkan. Perry berharap, stimulus dari pemerintah bisa lebih cepat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi mengingat selama ini sumber peningkatan pertumbuhan ekonomi berasal dari ekspor dan stimulus pemerintah.

"Kalau konsumsi swasta kan dia akan terdorong naik atau turun kalau ada stimulus pemerintah atau kenaikan ekspor," kata dia.

Di semester kedua mendatang, belanja pemerintah diperkirakan lebih cepat sehingga bisa menstimulasi investas swasta lebih lanjut, khususnya investasi nonbangunan. Dengan demikian, meski ada koreksi lebih rendah di kuartal kedua, pihaknya masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini akan berada di kisaran 5%-5,4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×