kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.868   22,00   0,13%
  • IDX 8.966   29,73   0,33%
  • KOMPAS100 1.238   8,41   0,68%
  • LQ45 873   4,96   0,57%
  • ISSI 326   2,29   0,71%
  • IDX30 443   3,28   0,75%
  • IDXHIDIV20 523   5,75   1,11%
  • IDX80 138   0,99   0,72%
  • IDXV30 145   1,38   0,96%
  • IDXQ30 142   1,46   1,04%

BI : Inflasi daerah sumbang 77% inflasi nasional


Selasa, 21 September 2010 / 17:54 WIB
BI : Inflasi daerah sumbang 77% inflasi nasional


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Inflasi daerah-daerah di Indonesia di luar DKI Jakarta menyumbang sebesar 77% dari bobot inflasi nasional. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam rapat kerja pembahasan RAPBN 2011 bersama pemerintah dan DPR, Selasa hari ini (21/9).

"Inflasi daerah memiliki peran besar menyumbang inflasi nasional di mana bobot sumbangannya mencapai 77% bobot inflasi. Jadi 77% Indeks Harga Konsumen (IHK) itu lebih kurang sebenarnya berasal dari perubahan harga-harga di luar Jakarta," kata Darmin.

Cukup besarnya sumbangan inflasi daerah ini mendorong pembentukan tim pengendali inflasi daerah sejak tahun 2008 lalu. "Sampai Agustus kemarin, sudah terbentuk 43 tim pengendali inflasi daerah dari target sebesar 63 tim," kata Darmin.

Tim pengendali inflasi daerah bekerjasama dengan pemerintah daerah dan kantor-kantor BI. Darmin menjelaskan, pembentukan tim pengendali inflasi merupakan satu kerangka dalam upaya pengendalian inflasi nasional. "Sejak 2005 sudah dibentuk tim ini beranggotakan BI, Kementerian Keuangan, Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, Perhubungan, ESDM, dan Kemenakertrans," jelasnya.

Di level teknis, tutur Darmin, setiap bulan ada rapat bulanan untuk membicarakan hasil monitoring inflasi dan identifikasi faktor-faktor penyumbang inflasi. "BI dengan kebijakan moneter untuk demand management. Sedangkan pemerintah lebih untuk pengelolaan sisi penawaran, karena itu bisa membantu menurunkan ekspektasi inflasi," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×