kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BI: Inflasi 2,5% akhir tahun sulit tercapai


Kamis, 10 November 2016 / 20:45 WIB
BI: Inflasi 2,5% akhir tahun sulit tercapai


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Perkiraan inflasi akhir tahun oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang sebesar 2,5%, tampaknya sulit tercapai. Bank Indonesia (BI) sendiri memproyeksi inflasi akhir tahun berada di level 3%.

Gubernur BI Agus Martowardojo memperkirakan inflasi akhir tahun berada di kisaran 3,1%-3,2% year on year (YoY). Menurutnya, pengurangan subsidi listrik untuk rumah tangga berdaya 450 dan 900 volt ampere (VA) sebagaimana pembahasan dalam angaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2017 turut memberikan tekanan terhadap inflasi tahun ini.

Kedua, perkiraan inflasi di akhir tahun yang sedikit di atas 3% tersebut juga dipengaruhi oleh harga pangan yang bergejolak (volatile food).

"Sehingga inflasi kita masih di kisaran bawah 4% plus minus 1%. Jadi masih ada di kisaran 3,1%-3,2%," kata Agus usai konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (10/11).

Lebih lanjut menurutnya, berdasarkan hasil survei mingguan yang dilakukan pihaknya, hingga pekan pertama bulan ini inflasi baru mencapai 0,24%. Inflasi tersebut didorong oleh tekanan pada harga pangan, khususnya bawang merah dan cabai merah di beberapa pulau di luar Jawa.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung juga mengatakan, inflasi akhir tahun sulit mencapai angka 2,5%. Sebab, inflasi akhir tahun biasanya lebih tinggi.

"Ya biasanya Desember (inflasi lebih) tinggi. Desember secara historis 0,7% sehingga inflasi akhir tahun lebih tinggi sedikit dari 3%," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×