Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia diprediksi masih akan mempertahankan suku bunga acuan alias BI rate di level 4,75% dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada yang dijadwalkan pada 21-22 April 2026
Sejumlah ekonom menilai, penahanan BI Rate dilakukan sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan stabilitas inflasi.
Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan, dengan kondisi ekonomi domestik dan perkembangan global saat ini, Bank Indonesia masih akan menahan Rate di level 4,75% dan belum berubah dalam waktu dekat.
"Kita sih lihat BI rate masih tetap ya, di level 4,75%, belum ada perubahan,” ujarnya kepada Kontan, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: Perkiraan Cuaca pada Puncak Haji hingga 47 Derajat Celcius
Menurut Myrdal, kebijakan tersebut juga merupakan respons untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Ia menekankan, kenaikan suku bunga jangan sampai mengganggu laju ekspansi ekonomi yang saat ini masih diupayakan tetap agresif. Di sisi lain, inflasi domestik juga dinilai masih relatif terkendali.
Ia menjelaskan, inflasi berpotensi tetap berada di bawah 3,5% selama tidak ada kenaikan harga energi bersubsidi seperti BBM jenis Pertalite, Solar, LPG 3 kg, maupun tarif dasar listrik. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat BI belum memiliki urgensi untuk mengubah kebijakan suku bunga acuannya.
Meski demikian, Myrdal melihat masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan, terutama jika inflasi menurun, yang umumnya dipicu oleh turunnya harga energi, khususnya BBM non-subsidi seiring dengan penurunan harga minyak dunia.
“Kalau harga minyak dunia turun, kita lihat kemungkinan kondisi ekonomi kita juga akan kembali kondusif, terutama dari sisi fiskal,” jelasnya.
Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Naik, Bahlil Ingatkan Konsumen Mampu Jangan Serobot Pertalite
Ia menambahkan, selama kebijakan stabilisasi harga oleh pemerintah tetap terjaga tanpa perubahan drastis, maka peluang pelonggaran suku bunga tetap terbuka.
Senada, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuannya di level 4,75% pada RDG April ini.
Ia menilai, tekanan eksternal, terutama dari kenaikan harga minyak global dan potensi peningkatan inflasi, masih menjadi pertimbangan utama bagi bank sentral untuk bersikap hati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
"Kemungkinan masih akan menahan karena tekanan eksternal terutama kenaikan harga minyak dan inflasi diproyeksikan masih relatif meningkat," ungkap David kepada Kontan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













