kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

BI: Defisit transaksi berjalan bisa tembus US$ 8 M


Kamis, 05 Juni 2014 / 21:04 WIB
ILUSTRASI. Suasana desa Moshchun yang hancur, di tengah invasi Rusia, Kyiv, Ukraina, Kamis (19/5/2022). REUTERS/Leonardo Benassatto


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Triwulan II memang menjadi momok bagi kondisi fundamental perekonomian, terutama bagi neraca transaksi berjalan. Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan pada periode kedua tahun ini bisa menembus US$ 8 miliar.

"Seperti biasa triwulan II akan ada pembesaran dan itu bisa terjadi dua kali lipat," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo usai rapat Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Kamis (5/6).

Pada triwulan I 2014 defisit transaksi berjalan sebesar US$ 4,19 miliar atau sebesar 2,06% dari PDB. Agus berharap defisit transaksi berjalan pada triwulan II tahun ini tidak akan setinggi tahun lalu yang mencapai US$ 10,13 miliar atau 4,47% dari PDB.

Kondisi defisit yang membengkak pada triwulan II ini memang sesuai musimannya, di mana terjadi pembayaran utang jatuh tempo, repatriasi aset dan impor yang kembali aktif. Hingga akhir tahun BI memperkirakan defisit transaksi berjalan akan sebesar US$ 25 miliar.

Mantan Menteri Keuangan ini menjelaskan jumlah defisit hingga akhir tahun tersebut lebih rendah dibanding keseluruhan defisit 2013 yang sebesar US$ 29 miliar. Ini sejalan dengan reformasi struktural yang telah dijalankan BI dan pemerintah.

Tentu untuk bisa menurunkan defisit, kinerja ekspor harus bisa didorong untuk kembali membaik. Salah satunya dari ekspor mineral mentah olahan yang diharapkan bisa mulai terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×