kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kala Boneka Unta Jadi Oleh-Oleh Incaran Jemaah Haji untuk Cucu


Rabu, 03 Juni 2026 / 15:41 WIB
Kala Boneka Unta Jadi Oleh-Oleh Incaran Jemaah Haji untuk Cucu
ILUSTRASI. Kala Boneka Unta Jadi Oleh-Oleh Incaran Jemaah Haji untuk Cucu (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Boneka berbentuk unta menjadi salah satu oleh-oleh yang paling banyak diminati jemaah haji Indonesia untuk dibawa pulang ke Tanah Air. Variasinya cukup beragam, mulai dari miniatur unta untuk gantungan kunci, boneka unta dalam berbagai ukuran, hingga replika unta lengkap dengan penunggang yang dapat berjalan dan melantunkan talbiyah "Labbaik Allahumma Labbaik" saat tombol pengaktifnya ditekan.

Desainnya yang khas dan lekat dengan nuansa Timur Tengah menjadikan boneka unta sebagai barang buruan para jemaah. Di tengah keramaian itu, Kamisah Kamil tampak sibuk menjaga barang bawaannya. Di antara oleh-oleh yang ia siapkan untuk keluarga, terselip beberapa boneka unta.

Bukan tanpa alasan ia membawa mainan khas Arab Saudi itu hingga ke Indonesia. Semua berawal dari permintaan sang cucu.

“Cucu pesan (dibawakan boneka unta). Tetangga beli, jadi dia minta juga,” ujar jemaah Kloter BTH 01 tersebut sambil tersenyum pada tim Media Center Haji di Makkah, dikutip Rabu (3/6/3026).

Baca Juga: Jemaah Haji Mulai Tiba di Tanah Air, Proses Pemulangan Dilakukan Lebih Cepat

Kamisah mengaku tak sabar bertemu kembali dengan keluarga. Kerinduan itu bercampur dengan rasa bahagia karena berhasil menuntaskan ibadah haji.

Namun, ada pula kesedihan yang diam-diam ia rasakan karena harus meninggalkan Makkah dan Madinah. “Mau pulang gembira, tapi insya Allah nanti datang lagi,” katanya penuh harap.

Perasaan serupa juga dirasakan jemaah lainnya, Eva Yenida. Bagi dirinya, perjalanan haji tahun ini meninggalkan banyak kesan mendalam.

Ia mengapresiasi pelayanan yang diberikan petugas haji Indonesia meski tetap menyimpan beberapa catatan untuk perbaikan. Menurut Eva, komunikasi antarpetugas masih perlu diperkuat agar informasi yang diterima jemaah tidak berbeda-beda.

“Komunikasi lebih ditingkatkan antara karu, karom, dan pembimbing ibadah. Kadang-kadang perintahnya tidak satu suara,” ujarnya di kesempatan yang sama.

Meski demikian, ia menilai pelayanan haji tahun ini berjalan baik. Bahkan, ia secara khusus menyampaikan apresiasi pada petugas yang selalu hadir membantu jemaah.

“Yang jelas tahun ini Kemenhaj (Kementerian Haji dan Umrah) is the best,” katanya.

Sementara itu bagi Nuraini La Kantoro Saleh, ada satu perasaan yang sulit disembunyikan: sedih meninggalkan Tanah Suci. Selama berada di Makkah, Eva hampir setiap hari memanfaatkan layanan bus shalawat untuk beribadah di Masjidil Haram.

“Saya sangat sedih. Saya tidak mau meninggalkan Kota Makkah,” tuturnya.

Tidak jauh dari keduanya, Ahmad Jaelani berdiri mengalungi boneka unta berwarna putih. Mainan itu terlalu besar untuk dimasukkan ke dalam koper sehingga harus dibawa terpisah.

Baca Juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Isi Form Kedatangan Tiga Hari Sebelum Tiba di Tanah Air

Di dalam bagasinya, ternyata masih ada beberapa boneka unta lain yang sudah disiapkan untuk cucu-cucunya.

“Cucu minta khusus beli (boneka) unta. Yang di bag ada empat lagi,” ujarnya.

Pria itu mengaku memiliki lima cucu. Kerinduan pada mereka menjadi salah satu alasan yang membuatnya ingin segera pulang.

“Cucu,” jawabnya singkat saat ditanya apa yang paling dirindukan dari kampung halaman.

Meski demikian, kerinduan pada keluarga tidak menghapus kesedihan karena harus meninggalkan Tanah Suci. Ahmad bahkan khawatir perjalanan haji tahun ini menjadi kunjungan terakhirnya ke Makkah dan Madinah.

“Saya sedih. Takut ini yang pertama dan terakhir, tidak bisa sampai ke sini lagi,” katanya.

Harapan untuk kembali masih terus ia simpan. Jika diberi umur panjang dan kesehatan, ia ingin datang lagi bersama anak, istri, dan cucu-cucunya.

“Mohon doa supaya saya bisa sampai lagi ke sini, walaupun tidak pergi haji, tapi pergi umrah dengan anak, istri, dan cucu-cucu,” ucapnya.

Saat mengenang momen paling berkesan selama berada di Arab Saudi, suara Ahmad mendadak melambat. Ingatannya melayang ke Raudhah, tempat yang menurutnya menghadirkan pengalaman spiritual yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

“Saya meneteskan air mata di sana,” tuturnya.

Ia mengaku datang ke Tanah Suci dengan satu tujuan sederhana: memohon ampun pada Allah atas segala kesalahan yang pernah dilakukan sepanjang hidup.

“Saya orang berdosa. Saya datang ke sini mau mohon ampun pada Allah supaya dosa-dosa saya dan keluarga diampunkan,” katanya.

Di lobi hotel yang semakin ramai menjelang keberangkatan, para jemaah tampak membawa pulang oleh-oleh yang berbeda-beda.

Namun sesungguhnya, yang mereka bawa pulang bukan hanya barang-barang dari Tanah Suci.

Baca Juga: Kemenhaj Catat 6.397 Jemaah dan Petugas Haji Telah Pulang ke Tanah Air

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×