kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

BI dan OJK berikan relaksasi, Jokowi minta menteri ikut


Rabu, 04 Maret 2020 / 12:33 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo bergegas usai menyampaikan keterangan kepada wartawan di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta para menteri segera menyiapkan relaksasi perdagangan dalam menghadapi corona.


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta para menteri untuk segera menyiapkan relaksasi untuk perdagangan dalam menghadapi virus corona (covid-19).

Hal itu ia sampaikan saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan tahun 2020. Relaksasi sebelumnya telah dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keduanya terbukti dapat memberikan efek yang signifikan. Dampak relaksasi tersebut dapat menolong nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat merosot karena covid-19.

"Kemarin BI lakukan relaksasi kelonggaran penguatan rupiah, penguatan IHSG, OJK juga, memberikan dampak positif. Saya berharap kementerian lakukan ini," ujar Jokowi di Istana Negara, Rabu (4/3).

Baca Juga: Hadapi virus corona, Jokowi minta Mendag fokus bahas relaksasi impor bahan baku

Kelonggaran bisa diberikan pada izin-izin yang masih menghambat. Jokowi minta jajaran menterinya untuk mengidentifikasi izin yang tidak diperlukan untuk impor dalam kondisi saat ini.

Suplai harus terus terjaga agar dapat memenuhi permintaan. Selain covid-19, Indonesia juga akan segera memasuki bulan puasa yang berdampak permintaan konsumsi meningkat.

"Urusan bawang putih, daging, gula jangan sampai membuat masyarakat khawatir. Sudah khawatir karena corona, khawatir lagi karena suplai barang enggak ada," terang Jokowi.

Baca Juga: Cegah Corona (Covid-19), Akses Empat Negara Dibatasi

Suplai barang tersebut nantinya akan berpengaruh pada inflasi. Bila terjadi kelangkaan barang, inflasi juga akan ikut mengalami kenaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×