kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 18.010   -10,00   -0,06%
  • IDX 5.960   43,58   0,74%
  • KOMPAS100 777   6,73   0,87%
  • LQ45 591   6,13   1,05%
  • ISSI 205   0,33   0,16%
  • IDX30 334   3,30   1,00%
  • IDXHIDIV20 413   4,20   1,03%
  • IDX80 88   0,87   0,99%
  • IDXV30 111   1,04   0,94%
  • IDXQ30 108   1,00   0,93%

BI Catat Pertumbuhan Uang Primer M0 Melambat Jadi 13,8% YoY per Juni 2026


Selasa, 07 Juli 2026 / 11:38 WIB
BI Catat Pertumbuhan Uang Primer M0 Melambat Jadi 13,8% YoY per Juni 2026
ILUSTRASI. Gedung Bank Indonesia (BI) di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted pada Juni 2026 melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, likuiditas primer yang beredar masih mencatatkan pertumbuhan dua digit.

Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted pada Juni 2026 sebesar 13,8% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang mencapai 14,2% yoy.

Secara nominal, posisi Uang Primer (M0) Adjusted pada Juni 2026 mencapai Rp 2.228,0 triliun.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Denny Ramdan Prakoso, mengatakan posisi M0 Adjusted pada Juni dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,0% yoy dan giro bank umum di Bank Indonesia yang tumbuh 12,7% yoy.

Baca Juga: BI: Uang Primer (M0) Tumbuh 14,2% pada Mei 2026, Capai Rp 2.214,6 Triliun

"Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted)," ujar Denny dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).

BI menjelaskan, perhitungan M0 Adjusted dilakukan dengan memperhitungkan dampak kebijakan insentif likuiditas sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih mencerminkan kondisi pengendalian moneter.

Meski pertumbuhan M0 melambat dibandingkan bulan sebelumnya, laju pertumbuhan uang primer masih berada pada level dua digit, sejalan dengan upaya Bank Indonesia menjaga kecukupan likuiditas di sistem keuangan sekaligus mendukung stabilitas moneter.

Baca Juga: BI: Pertumbuhan Uang Primer Melambat Jadi Rp 2.396,5 Triliun pada Maret 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×