kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.105   22,00   0,12%
  • IDX 6.156   64,67   1,06%
  • KOMPAS100 807   10,89   1,37%
  • LQ45 616   9,24   1,52%
  • ISSI 213   2,17   1,03%
  • IDX30 347   5,57   1,63%
  • IDXHIDIV20 428   5,39   1,28%
  • IDX80 92   1,29   1,42%
  • IDXV30 117   1,32   1,15%
  • IDXQ30 111   1,73   1,58%

BI Catat Pertumbuhan Uang Primer M0 Melambat Jadi 13,8% YoY per Juni 2026


Selasa, 07 Juli 2026 / 11:38 WIB
BI Catat Pertumbuhan Uang Primer M0 Melambat Jadi 13,8% YoY per Juni 2026
ILUSTRASI. Gedung Bank Indonesia (BI) di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted pada Juni 2026 melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, likuiditas primer yang beredar masih mencatatkan pertumbuhan dua digit.

Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted pada Juni 2026 sebesar 13,8% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang mencapai 14,2% yoy.

Secara nominal, posisi Uang Primer (M0) Adjusted pada Juni 2026 mencapai Rp 2.228,0 triliun.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Denny Ramdan Prakoso, mengatakan posisi M0 Adjusted pada Juni dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,0% yoy dan giro bank umum di Bank Indonesia yang tumbuh 12,7% yoy.

Baca Juga: BI: Uang Primer (M0) Tumbuh 14,2% pada Mei 2026, Capai Rp 2.214,6 Triliun

"Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted)," ujar Denny dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).

BI menjelaskan, perhitungan M0 Adjusted dilakukan dengan memperhitungkan dampak kebijakan insentif likuiditas sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih mencerminkan kondisi pengendalian moneter.

Meski pertumbuhan M0 melambat dibandingkan bulan sebelumnya, laju pertumbuhan uang primer masih berada pada level dua digit, sejalan dengan upaya Bank Indonesia menjaga kecukupan likuiditas di sistem keuangan sekaligus mendukung stabilitas moneter.

Baca Juga: BI: Pertumbuhan Uang Primer Melambat Jadi Rp 2.396,5 Triliun pada Maret 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×